Sentuhan Sarinah Pandu Siap Bawa Tenun Ikat Tanimbar Menembus Pasar Global

  • 06 Agt 2026 12:33 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Saumlaki – Kini saatnya peluang besar telah terbuka lebar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) di Bumi yang berjuluk Duan Lolat untuk menembus pasar internasional. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berkolaborasi dengan PT Sarinah, INPEX Masela Ltd, dan ID Survey menggelar kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi UMKM Tenun Ikat Tanimbar di Kota Saumlaki. Rabu, (29 /07/ 2026) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wabup Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM., mendampingi Marketing, Promotion & Event Group Head PT Sarinah, Elsa Laela Dewi. Peninjauan ini menjadi komitmen awal dalam membina, mendampingi, dan mempromosikan hasil kerajinan lokal Tanimbar secara berkelanjutan.

Usai peninjauan dilapangan, Elsa Laela Dewi yang ditemui di Kantor Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengatakan, peran PT Sarinah melalui program “Sarinah Pandu” dalam mendorong kapasitas perajin lokal.

“Saya perwakilan dari Sarinah Pandu. Sarinah Pandu hadir sebagai mitra pembina UMKM untuk menyiapkan para perajin agar produknya siap dipasarkan secara luas kepada konsumen. Harapan besar kami, produk ini bisa secepatnya menembus pasar global,”kata Elsa.

Elsa menjelaskan, pembinaan yang dirancang oleh PT Sarinah bersifat komprehensif. Pendampingan meliputi edukasi peningkatan kualitas dan kuantitas produk, pemahaman tren pasar (market insight), hingga strategi pemasaran yang adaptif.

Digungkap terkait alasan memilih Tanimbar, Elsa menilai bahwa Tenun Ikat Tanimbar memiliki keunikan serta kualitas estetika yang sangat tinggi. Kendati demikian, potensi besar ini dinilai masih memerlukan panggung publikasi yang lebih luas.

“Tanimbar memiliki kualitas tenun yang sangat menarik. Tugas kita adalah memperkenalkan karya ini ke seluruh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Belum semua orang tahu betapa indahnya kerajinan khas Tanimbar, dan di situlah peran kami,” lanjutnya.

Kabupaten Kepulauan Tanimbar sendiri kaya akan warisan budaya dengan sedikitnya 47 motif Tenun Ikat, di mana tiap motif menyimpan filosofi dan cerita unik dari masing-masing kecamatan. Setelah melihat langsung pengerjaan tenun di lapangan, Elsa menyatakan rasa optimisnya terhadap daya saing tenun lokal.

“Hasil tenunnya sangat siap untuk dipasarkan ke tingkat global. Variasi motifnya beragam dan perpaduan warnanya sangat cantik,” puji Elsa.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Elsa menyampaikan pesan apresiasi dan motivasi mendalam bagi para perajin di Tanimbar untuk terus mempertahankan kearifan lokal sembari berinovasi.

“Pesan saya untuk para penenun Tanimbar: tetaplah berkarya dan terus menginspirasi masyarakat Indonesia. Semoga hasil karya tangan kalian tidak hanya dinikmati oleh warga Nusantara, tetapi juga diakui oleh dunia,” tutupnya.

Melalui sinergi yang erat antara Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sarinah Pandu, INPEX Masela Ltd, dan ID Survey, kerajinan Tenun Ikat Tanimbar diharapkan dapat segera mengisi etalase ritel nasional dan tampil di ajang pameran kelas dunia. (Iman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....