Bina Swadaya Konsultan MG Inisiasi Program Pemulihan Mata Pencaharian di Rumah Ki

  • 06 Agt 2026 12:29 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Saumlaki – Kegiatan dalam pembuatan Soft Launching Rumah Kidabela di Desa Lermatang tidak sekadar menandai hadirnya pusat informasi untuk Proyek Abadi Masela. Momentum tersebut merupakantitik awal pada pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan untuk keberlanjutan ekonomi lokal, pada Minggu (2/8/2026).

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM. meresmikan Acara tersebut. Turut hadir dalam kegiatan dimaksud yakni Direktur Bina Swadaya Konsultan MG, Ana Budi Rahayu, yang memaparkan peran strategis lembaganya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ana Budi Rahayu dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kemitraan yang terjalin bersama INPEX Masela Ltd. serta para pemangku kepentingan (stakeholders).

“Bina Swadaya Konsultan MG yang berkedudukan di Depok merasa sangat terhormat diundang oleh INPEX Masela dan seluruh stakeholder dalam acara soft launching Rumah Kidabela ini. Peresmian ini menjadi langkah awal dari sebuah program yang luar biasa,” kata Ana Budi Rahayu

Ana lebih lanjut menjelaskan, Bina Swadaya Konsultan MG dipercaya sebagai mitra pelaksana Risk Life Restoration Program atau Program Pemulihan Mata Pencaharian. Tujuan utama dari program ini adalah mendorong lahirnya mata pencaharian baru yang berakar pada potensi asli daerah, khususnya di Desa Lermatang.

Sebagai langkah awal, pihak konsultan akan menerjunkan tim ahli untuk melakukan tahap pengkajian (assessment).

“Program ini akan diawali dengan kegiatan assessment atau kajian singkat. Kami akan menghadirkan tim ahli yang berkompeten di bidang pertanian, peternakan, serta pembangunan masyarakat,” terangnya.

Dalam proses pengkajian tersebut, pendekatan partisipatif akan menjadi kunci. Tim Bina Swadaya akan berdiskusi langsung secara intensif dengan warga Desa Lermatang guna merumuskan program yang paling akurat dan sesuai kebutuhan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri. Saat assessment nanti, tim kami akan banyak berdiskusi dengan Bapak dan Ibu warga Desa Lermatang untuk menemukan program yang paling presisi, selaras dengan sumber daya lokal, demi kesejahteraan masyarakat ke depan,” tegas Ana.

Untuk menjamin keberhasilan program ini, Ana mengharapkan dukungan penuh serta kolaborasi sinergis dari berbagai elemen strategis, di antaranya: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pemerintah Desa Lermatang, Lembaga Keagamaan, Tetua Adat, dan Tokoh Masyarakat, Pihak Akademisi/Universitas.

Melalui integrasi seluruh pihak tersebut, Risk Life Restoration Program diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan ekonomi warga, sekaligus memastikan masyarakat lokal merasakan dampak positif dari berjalannya Proyek Abadi Masela di Bumi Duan Lolat. (iman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....