Blok Masela Mendorong Rakyat Sejahtera dari Rumah Sendiri

  • 31 Jul 2026 12:46 WIB
  •  Tual

Editorial RRI, Oleh : Redaktur Senior, Jack Resubun

Groundbreaking Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar resmi dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis,16 Juli 2026.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyebut, Langkah Groundbreaking blok Masela, menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mengembangkan sektor energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan semakin berkelanjutan.

Presiden Prabowo menyebut, Pasokan energi, proyek Abadi LNG diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia. Selama masa operasinya, proyek ini diperkirakan menghasilkan nilai tambah Bruto lebih dari 137 miliar dolar Amerika Serikat.

Optimisme Presiden terkait nilai investasi ini, akan membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku.

Presiden Prabowo yakin, bangsa Indonesia, akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Membuktikan bahwa Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat, terhadap ketahanan Energi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas.

Proyek Pengembangan Gas Alam Terpadu Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, bukan sekadar angka-angka investasi raksasa di atas kertas. Lebih dari itu, Blok Masela adalah secercah harapan besar bagi kebangkitan ekonomi kawasan Timur Indonesia, khususnya masyarakat Maluku.

Setelah melalui perjalanan panjang yang diwarnai dinamisasi kebijakan dan dinamika keekonomian, saat ini fondasi untuk merealisasikan manfaat nyata bagi daerah sudah semakin jelas.

Yang paling utama, keberadaan Blok Masela harus membawa potensi multiplier effect ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat lokal. Tahap konstruksi hingga eksploitasi akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Hal ini memberikan peluang emas bagi anak-anak daerah untuk mengambil peran aktif, baik sebagai tenaga teknis, pengelola operasional, maupun bidang pendukung lainnya.

Investasi di sektor pendidikan kejuruan dan pelatihan vokasi daerah kini menjadi keharusan agar tenaga kerja lokal tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.

Penguatan ekonomi mikro dan UMKM. Kehadiran proyek skala internasional ini dipastikan akan mendongkrak kebutuhan sarana akomodasi, katering, transportasi, hingga jasa logistik.

Pelaku usaha lokal di Maluku memiliki panggung besar untuk bertumbuh dan menaikkan kelas usaha mereka. Perekonomian daerah tidak lagi hanya bergantung pada sektor konvensional, melainkan terintegrasi dengan rantai pasok energi global.

Namun, potensi besar ini membutuhkan pengawasan yang bijak dan ketat. Transparansi tata kelola, komitmen terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan laut, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat harus menjadi prioritas utama.

Kementerian ESDM bersama PT. Inpex Masela kata Mentri Bahlil Lahadalia memiliki kesempatan untuk memprioritaskan masyarakat yang ada di Wilayah Tier 1, yaitu, Tenaga Kerja di Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, termasuk Generasi Muda yang telah dikirim ke STEM Migas Cepu.

Anak - anak sudah dikirim ke Akademi Migas milik ESDM, Aset pemerintah Indonesia dan keluaran mereka sudah 3 sampai 4 tahun, dan semuanya kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela.

Saat di lapangan pekerjaan yang profesional terlebih dahulu di ambil dari Tier 1 sama Tier 2 Kalau sudah habis, barulah di ambil dari Jawa atau dari luar negeri,”

Niat baik Pemerintah ini bagaikan angin Surga yang saat ini dirasakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat daya serta Provinsi Maluku Secara umum.

Rakyat menanti dampak ekonomi dari Proyek besar itu agar anak-anak mereka memiliki lapangan kerja, agar ekonomi mereka bertumbuh secara baik sehingga jembatan menuju kata sejahtera semakin didepan mata.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....