Stasiun Geofisika Saumlaki Gelar Sekolah Lapang
- 28 Jun 2026 21:40 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Saumlaki - Kantor Stasiun Geofisika Saumlaki menggelar kegiatan Sekolah Lapang, bertempat di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, kegiatan berlangsung pada hari Jumat 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut melibatkan OPD terkait Pada Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pemerintah Desa Lauran, warga Desa Lauran, TNI-Polri, Organisasi Masyarakat, Organisasi Pemuda, Organisasi Perempuan, dan perwakilan-perwakilan dari masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Lauran yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar Brampi Moriolkosu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Pusat Dr. Nely Florida Riama, M.Si. Kepala Stasiun Geofisika Saumlaki Nety Yufita, Direktur Seismologi Teknik Geofisika, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kapolres, Pimpinan OPD, Forkopimda, Pemdes Lauran, BPD Lauran, perwakilan LSM, Stakeholder, para KUPT di seluruh Indonesia yang mengikuti melalui Zoom,
para peserta Sekolah Lapang Bencana Alam dan Tsunami tahun 2026 dan tamu undangan lainnya.
Kepala Stasiun Geofisika Saumlaki Netty Yufita dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami kegiatan ini merupakan wujud nyata dan komitmen kita bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana khususnya gempa bumi, demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat. Semoga kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nely Florida Riama dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan Undang-undang nomor 31 tahun 2009 BMKG mempunyai tugas untuk menyelenggarakan pengamatan, pengolahan, serta penyebarluasan informasi meteorologi klimatologi dan Geofisika, termasuk gempa bumi dan peringatan dini Tsunami.
Hal ini dianggap penting karena untuk meningkatkan kesiapsiagaan dari masyarakat terhadap ancaman bencana geologi. Karena di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diperlihatkan dalam peta terdapat banyak titik-titik gempa yang terjadi. Menurut data BMKG lima tahun terakhir telah terjadi sejumlah gempa kurang lebih sebanyak 2877 terjadi gempa bumi tetapi hanya 43 gempa bumi yang dirasakan goncangannya. Ini menurut catatan dari BMKG dan ini sebuah kenyataan yang harus diterima. Pernah terjadi gempa bumi terbesar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada tanggal 10 Januari 2023.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar Brampi Moriolkosu mewakili Bupati Kepulauan Tanimbar dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki potensi bencana alam, gempa bumi dan tsunami yang sangat tinggi, hal ini dikarenakan aktivitas tektonik yang intens di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kondisi Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan zona sesmik aktif dengan resiko gempa bumi yang cukup tinggi selain itu Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah Daerah Kepulauan yang dapat meningkatkan potensi resiko dan kejadian. Berdasarkan data historis kejadian gempa bumi wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki beberapa riwayat gempa bumi signifikan salah satunya pada tanggal 10 Januari 2023 dengan magnitudo 7,5 yang berpusat di wilayah Laut Banda.
Selesai acara pembukaan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber yang telah disiapkan. Selain pemaparan materi pada setiap sesi diberikan juga kesempatan bagi para peserta untuk bertanya terkait dengan materi yang telah diberikan kemudian juga dilakukan diskusi antara narasumber dan seluruh peserta Sekolah Lapang Bencana Alam dan Tsunami. Setelah itu dilaksanakan pembagian sertifikat sebagai penghargaan atas kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan dimaksud. Kegiatan Sekolah Lapang Bencana Alam dan Tsunami diakhiri dengan foto bersama. (iman )
Post Navigation
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....