Jagung, Komoditi Menjanjikan yang Masih Jarang Dikembangkan Petani Kei

  • 16 Apr 2026 18:13 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual- Jagung menjadi salah satu komoditi yang saat ini sangat bernilai ekonomis. Hal ini dikarenakan tersedianya pasar yang menampung hasil panennya.

Informasi ini disampaikan Penyuluh Kementerian Pertanian, Bachmid Narwawan. Dikatakan dengan dua pengusaha ayam petelur lokal di Kota Tual, permintaan pasar akan jagung pipil sangat tinggi.

Dijual dengan harga Rp.5.500/kg, Bachmid mengakui petani masih diuntungkan jika memaksimalkan lahan kosong yang ada di petuanan masing-masing, karena permintaan satu usaha ayam petelur saja mencapai 3 ton jagung pipil per hari.

"Iya memang untuk usaha jagung ini sangat menjanjikan, karena sudah ada dua pengusaha selain Bulog yang akan menampung. Jadi Bulog itu tetap beli dengan 1 kilo harga Rp5.500 begitupun di tingkat pengusaha, mereka juga tetap beli itu. Jadi kalau orang berpikir, tanam sebanyak ini tidak ada yang bisa beli, itu sangat mustahil, karena satu hari saja para pengusaha ayam petelur itu butuh 3 ton jagung pipil. Demikian juga pihak bulog, mereka tetap siap ambil, karena sesuai dengan peraturan presiden dan peraturan menteri mereka itu yang wajib membeli selain pengusaha," jelas Bachmid.

Bachmid berharap, selain mendukung program ketahanan pangan, budidaya jagung bisa menjadi salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat kota Tual. Karena menurut Bachmid, pertanian bukan saja berguna bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain dan memiliki nilai ekonomis yang cukup menggiurkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....