SPPG Hoat Sorbay Kembali Jalankan MBG, Menu Basah Gantikan Pola Ramadan
- 06 Apr 2026 00:08 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Menu makanan basah menjadi pilihan utama dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara, pascalibur Idulfitri 1447 Hijriah. Distribusi ini menyasar kelompok penerima manfaat 3B, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik di sejumlah sekolah.
Kepala SPPG Hoat Sorbay, Crissanti Anaci Jamlean, mengatakan penggunaan menu basah kembali diberlakukan dalam distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah sebelumnya selama bulan Ramadan penyaluran dilakukan dengan menu makanan kering. Perubahan ini juga disesuaikan dengan berakhirnya masa puasa dan kembalinya aktivitas belajar serta layanan penerima manfaat seperti biasa.
Ia menjelaskan, pada masa Ramadan menu makanan dibagikan dalam bentuk kering agar lebih praktis dan mudah dibawa pulang oleh penerima manfaat. Sementara setelah Ramadan, distribusi kembali menggunakan menu basah yang disajikan menggunakan ompreng untuk menjaga kualitas gizi dan kesegaran makanan saat dikonsumsi.
“Untuk menu makanan yang kami distribusikan adalah menu basah, baik untuk penerima manfaat 3B, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, maupun peserta didik,” ujar Crissanti saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/4/2026).
Menurut Crissanti, distribusi MBG telah dimulai sejak 31 Maret 2026 dengan menyesuaikan kesiapan masing-masing wilayah layanan. Hal ini dilakukan agar proses penyaluran berjalan efektif dan makanan tetap layak konsumsi saat diterima.
Selain memastikan kualitas menu, SPPG Hoat Sorbay juga mengatur sistem distribusi secara terorganisasi mulai dari proses pengolahan hingga penyaluran. Pengawasan dilakukan di setiap tahapan guna menjaga standar pelayanan kepada masyarakat.
“Distribusi sudah berjalan sejak 31 Maret karena seluruh wilayah penerima manfaat sudah kembali beraktivitas,” katanya.
Crissanti menambahkan, program MBG diharapkan dapat terus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Ia menilai keberlanjutan program ini penting untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maluku Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....