Kodim 1503 Tual-Malra Dampingi Pembangunan Kopdes Merah Putih
- 26 Jan 2026 14:41 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pembangunan Kooperasi Merah Putih di Maluku Tenggara terus dikebut sebagai bagian dari program nasional penguatan ekonomi desa. Komando Distrik Militer (Kodim) 1503 Tual-Maluku Tenggara mencatat progres pembangunan mencapai 21 titik yang tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (26/1/2026).
Komandan Kodim (Dandim) 1503 Tual-Maluku Tenggara, Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Andi Agussalim, mengatakan pembangunan tersebut mencakup 16 titik di Kabupaten Maluku Tenggara, 4 titik di Kota Tual, dan 1 titik di Kabupaten Kepulauan Aru. Seluruh pembangunan merupakan bagian dari percepatan penyediaan gerai Kooperasi Merah Putih di wilayah tugas Kodim 1503.
“Untuk Maluku Tenggara ada 16 titik, Kota Tual 4 titik, dan Kepulauan Aru 1 titik, sehingga total keseluruhan ada 21 titik,” kata Letkol Inf Andi Agussalim saat ditemui tim rri.co.id.
Pembangunan gerai dilakukan melalui kerja sama Kodim 1503 Tual-Maluku Tenggara dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Perusahaan pelat merah tersebut ditunjuk pemerintah untuk membangun infrastruktur fisik berupa gerai dan gudang bagi 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) di seluruh Indonesia dengan target operasional penuh pada Maret 2026.
Program nasional Kopdes Merah Putih ini didukung penuh oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta pembiayaan melalui skema sindikasi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Fasilitas yang dibangun meliputi gerai sembako, gudang penyimpanan, cold storage, hingga layanan simpan pinjam guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa.
“Kodim melakukan pendampingan percepatan di lapangan, sementara anggarannya seluruhnya berasal dari PT Agrinas dan pelaksanaannya bersifat swakelola serta padat karya,” ujar Agussalim.
Agussalim menjelaskan, progres fisik pembangunan tercepat berada di Danar Ohoisep, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, yang menjadi lokasi peluncuran pertama gerai Kooperasi Merah Putih. Di titik tersebut, pembangunan telah mencapai sekitar 35 persen dan menjadi acuan percepatan di lokasi lain.
Namun, pembangunan di sejumlah titik menghadapi kendala teknis berupa kontur tanah berbatu karang yang menyulitkan penggalian manual. Untuk mengatasi hal tersebut, pekerjaan konstruksi di beberapa lokasi harus menggunakan alat berat seperti jackhammer agar pembangunan tetap berjalan sesuai target.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....