Hari Tembakau Sedunia, Peringatan dan Tindakan Demi Masa Depan Sehat
- 30 Mei 2026 06:05 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat kembali memperingati Hari Tembakau Sedunia yang jatuh setiap tanggal 31 Mei. Peringatan tahun ini menjadi momen penting bagi semua Kalangan untuk berhenti sejenak, merenungkan dampak besar penggunaan tembakau bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi keluarga, sekaligus mempertegas tekad bersama mewujudkan daerah yang bersih dari asap rokok dan bebas bahaya tembakau.
Kepala Dinas Kesehatan kota tual dr.H.Rifai Kabalmay, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan nyata untuk bertindak. Data kesehatan menunjukkan, penggunaan tembakau masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dini, penyakit paru-paru, gangguan jantung, hingga berbagai jenis kanker yang menimpa masyarakat.
"Hari Tembakau Sedunia mengingatkan kita pada fakta pahit, setiap tahun jutaan jiwa di dunia dan di negeri ini hilang sia-sia akibat kebiasaan merokok dan paparan asap tembakau. Bukan hanya perokok yang menderita, tetapi juga keluarga, anak-anak, ibu hamil, dan orang-orang di sekitarnya yang menjadi perokok pasif dengan risiko penyakit yang sama besarnya," Ujar dr Kabalmay
Peringatan tahun ini mengusung semangat agar masyarakat lebih sadar bahwa kerugian akibat tembakau jauh lebih besar daripada keuntungan sesaat. Dari sisi ekonomi, uang yang dihabiskan untuk membeli rokok jumlahnya sangat besar, uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, atau pengembangan usaha kecil dan UMKM keluarga. Dari sisi lingkungan, limbah puntung rokok menjadi sampah paling banyak ditemukan, mencemari tanah, air, dan merusak keindahan lingkungan sekitar.
Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan, mulai dari sosialisasi bahaya tembakau, layanan konsultasi dan bantuan berhenti merokok, senam sehat bersama, hingga kampanye daerah bebas asap rokok di fasilitas umum, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan pemukiman. Pemerintah juga kembali mengingatkan ketatnya aturan kawasan bebas rokok demi melindungi hak setiap warga untuk menghirup udara bersih dan sehat.
Seorang tenaga kesehatan yang menjadi pada puskesmas desa ngadi, Juleha Bugis, menyampaikan pesan penting bagi para perokok.
"Berhenti merokok memang tidak mudah, tapi sangat mungkin dilakukan. Setiap hari tanpa rokok adalah kemenangan besar bagi kesehatan diri sendiri dan kebahagiaan keluarga. Kami mengajak seluruh masyarakat, mari dukung teman, tetangga, atau keluarga yang ingin berhenti, karena dukungan lingkungan adalah kunci keberhasilan," ujarnya Bugis
Lebih jauh, peringatan ini juga menjadi sorotan terkait dampak tembakau bagi generasi muda. Maraknya iklan, kemasan menarik, hingga produk rokok elektrik yang dianggap aman, ternyata justru menjerat anak-anak dan remaja masuk ke dalam kebiasaan berbahaya ini. Pemerintah dan masyarakat sepakat untuk lebih ketat mengawasi, melarang penjualan pada anak, dan meningkatkan pendidikan kesehatan sejak dini.
ditegaskandr kabalmay komitmen untuk terus memperkuat peraturan, meningkatkan pelayanan kesehatan, dan menggalakkan budaya hidup sehat. Langkah ini sejalan dengan upaya memajukan daerah, karena masyarakat yang sehat adalah modal utama pembangunan, kemajuan ekonomi, dan kebangkitan UMKM.
seluruh peserta dalam kegiatn sosialisas bahaya merokok, berkomitmen untuk menjadi pelopor hidup tanpa tembakau. Harapan dalam peringatan Hari Tembakau Sedunia ini tidak hanya menjadi pengingat bahaya, tetapi menjadi titik balik bagi lebih banyak warga untuk berhenti merokok, melindungi keluarga, dan mewujudkan Kota Tual sebagai wilayah yang sehat, bersih, dan sejahtera jauh dari bahaya tembakau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....