Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Menyusut Harga Melambung Tinggi
- 26 Mei 2026 09:47 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgura – Cuaca buruk yang berlangsung selama sepekan terakhir dengan angin kencang dan ombak tinggi di perairan sekitar menyebabkan aktivitas melaut para nelayan terganggu. Dampaknya sangat terasa di pasar ikan, di mana pasokan ikan segar berkurang drastis dan harga jual berbagai jenis ikan melambung hingga dua kali lipat dari harga biasanya.
Sejak pagi, para pembeli terlihat berdesakan di antara deretan lapak penjual ikan di Pasar Sentral Pesisir. Namun, ketersediaan ikan yang terbatas membuat banyak warga harus mengurangi pembelian atau mengurungkan niat membeli sama sekali. Kondisi ini menjadi keluhan utama bagi pembeli maupun pedagang, yang merasakan dampak langsung dari ketidakstabilan cuaca belakangan ini.
Pak Hamdi (54 tahun), seorang nelayan yang baru saja kembali melaut dengan hasil tangkapan sedikit, mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya kini sangat berhati-hati saat ke laut. Ombak yang mencapai ketinggian lebih dari dua meter membuat perahu kecil tidak berani melaju jauh ke tengah laut, sehingga mereka hanya bisa beroperasi di perairan dangkal dengan hasil yang jauh di bawah rata-rata.
“Sudah lima hari ini cuaca tidak bersahabat. Kami tidak berani pergi jauh, hanya berputar di dekat pantai saja. Hasilnya pasti sedikit, kadang pulang hanya dengan beberapa ekor ikan saja. Bahan bakar dan tenaga yang kami keluarkan lebih besar dibandingkan hasil yang didapat. Kalau dipaksakan ke laut dalam, keselamatan yang jadi taruhan,” Ujar Pak Hamdi dengan wajah lelah, Senin (25/5).
Kelangkaan pasokan ini langsung berdampak pada harga di tingkat pedagang. Ikan kembung yang biasanya dijual seharga Rp 20.000 per tumpuk, kini melonjak menjadi Rp50.000. Begitu pula dengan ikan tongkol, cakalang, dan layang, yang harganya naik berkisar antara 20 hingga 40 persen. Bahkan, beberapa jenis ikan tertentu langka ditemukan dan hanya tersedia dalam jumlah terbatas.
Ibu halima (52 tahun), pedagang ikan yang sudah 15 tahun berdagang di pasar langgur, mengaku keuntungan yang didapat justru berkurang. Meskipun harga jual naik, ia kesulitan mendapatkan pasokan ikan dalam jumlah banyak dan berkualitas baik. Selain itu, kenaikan harga membuat pembeli menjadi sepi dan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.
“Memang harga naik, tapi stok sedikit dan pembeli jadi berpikir dua kali. Kadang ikan yang kami dapat kualitasnya kurang segar karena perjalanan melaut yang susah. Kami terpaksa menaikkan harga karena harga beli dari nelayan saja sudah mahal sekali. Kalau tidak dinaikkan, kami malah rugi. Tapi kami kasihan juga pada pembeli, apalagi ibu-ibu rumah tangga yang anggaran belanja dapurnya terbatas,” Ujar ibu Halima
Kenaikan harga ini sangat terasa bagi masyarakat umum. Ibu Ratna, seorang pembeli yang terlihat hanya membawa sedikit belanjaan, mengaku harus mengubah menu masakan sehari-hari. Ia terpaksa mengganti ikan dengan jenis lauk lain yang harganya lebih stabil dan terjangkau.
“Dulu sekian puluh ribu rupiah dapat banyak ikan, sekarang hanya dapat sedikit saja. Kalau begini terus, kami tidak sanggup. Hari ini saya tidak beli ikan, nanti saya beli telur atau tempe saja. Harga ikan sekarang tidak masuk akal mahalnya, semua gara-gara cuaca buruk ini,” ujar Ibu Ratna.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maluku Tenggara menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan akibat adanya pola angin yang tidak stabil. Pihaknya mengimbau seluruh nelayan untuk tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan, serta menginformasikan kepada masyarakat bahwa pasokan dan harga ikan diprediksi baru akan kembali normal jika kondisi laut sudah kembali tenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....