Terlalu Perfeksionis ternyata Bikin Ide Tak Akan Terealisasi

  • 28 Feb 2026 13:46 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Perfeksionisme yang tidak terkontrol dinilai dapat menjadi penghambat utama dalam mewujudkan ide dan mimpi. Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam diskusi bersama Abigail Limuria di kanal Youtube Suara Berkelas.

Ia membedakan antara perfeksionisme dan standar tinggi. Menurutnya, perfeksionisme sering kali muncul dari rasa takut gagal dan membuat seseorang menunda eksekusi karena merasa belum cukup sempurna. Sebaliknya, standar tinggi tetap memungkinkan seseorang melangkah dan memperbaiki hasil seiring proses berjalan.

”Tapi kadang perfeksionisme yang enggak terkontrol itu bikin kita ya udah enggak pernah ngelangkah karena kita ngerasa aduh ini belum sempurnah atau kayak belum belum siap, belum cukup baik, belum buat perencanaan yang cukup, akhirnya kita enggak pernah ngelangkah gitu.” ujar Abigail Limuria.

Abigail menekankan pentingnya memperpendek jarak antara ide dan eksekusi. Caranya dengan menguraikan gagasan besar menjadi langkah kecil yang dapat ditindaklanjuti, melakukan delegasi, serta siap melakukan pivot atau perubahan strategi berdasarkan data dan umpan balik.

Dalam konteks pengembangan diri, ia juga menyoroti pentingnya berpikir kritis melalui sikap open minded yang disertai skeptisisme sehat. Informasi tidak seharusnya diterima mentah-mentah, tetapi perlu diuji dan diverifikasi sebelum disimpulkan.

Di akhir perbincangan, Abigail membagikan tiga kebiasaan yang menurutnya berperan besar dalam perjalanan kariernya, yakni memiliki obsesi terhadap hal yang dicintai, menjaga kewarasan melalui journaling, serta mengelola waktu agar terhindar dari kelelahan berlebihan.

Ia berharap generasi muda mampu membangun kompetensi nyata, menjaga keseimbangan mental, dan terus belajar agar dapat berkontribusi secara lebih bermakna di tengah tantangan zaman.

Rekomendasi Berita