Koperasi Harus Bertransformasi dan Berkolaborasi di Era Keuangan Modern

  • 07 Mar 2026 09:56 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID TOLITOLI – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tolitoli, Muhammad Surya Maisar, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan koperasi di tengah gempuran lembaga keuangan modern. Hal ini disampaikannya dalam dialog interaktif disiarkan RRI Tolitoli, Senin (2/3/2026).

Dalam pemaparannya, Surya Maisar menyoroti bahwa kehadiran lembaga keuangan modern dan teknologi finansial (fintech) seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman yang mematikan, melainkan sebagai momentum bagi koperasi untuk berkolaborasi dan berinovasi.

Surya mengakui bahwa saat ini banyak koperasi di Kabupaten Tolitoli yang masih mengandalkan cara-cara konvensional. Dari total sekitar 240 koperasi yang terdaftar, hanya segelintir yang aktif melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara tepat waktu.

"Salah satu kelemahan kita adalah belum maksimalnya adopsi teknologi digital dalam operasional koperasi. Hal ini berpengaruh pada akuntabilitas dan transparansi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan anggota," ujar Surya Maisar.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sertifikasi bagi pengurus koperasi. Menurutnya, untuk bersaing dengan lembaga keuangan modern, pengurus koperasi—minimal ketuanya—harus memiliki kompetensi dan lisensi yang diakui.

Terkait program strategis nasional, Surya memaparkan rencana pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini ditargetkan hadir di 109 desa dan kelurahan di Kabupaten Tolitoli untuk memperkuat ekonomi arus bawah.

"Koperasi Merah Putih adalah upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di desa tidak terjebak pada pinjaman ilegal atau rentenir. Fokusnya adalah meningkatkan kesejahteraan anggota melalui asas kekeluargaan dan gotong royong," tambahnya.

Menanggapi keluhan terkait modal, Surya mendorong adanya kolaborasi antara koperasi dengan perbankan (Himbara) maupun akses dana bergulir melalui LPDB Kementerian Koperasi. Ia berharap perbankan tidak melihat koperasi sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra yang memiliki kedekatan sosial ( social bonding) lebih kuat dengan masyarakat lokal.

Di akhir, Surya Maisar mengajak seluruh masyarakat Tolitoli untuk kembali aktif menjadi anggota koperasi. "Koperasi adalah wadah ekonomi dari kita untuk kita. Dengan pengurus yang memiliki kapabilitas dan dukungan teknologi, saya yakin koperasi di Tolitoli bisa menjadi pilihan utama, bukan lagi alternatif terakhir bagi masyarakat," pungkasnya.

Rekomendasi Berita