Pelindo-BRI Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan UMK Buol
- 11 Sep 2025 16:28 WIB
- Toli Toli
KBRN Buol: Pemahaman serta kemampuan dalam mengelola keuangan menjadi salah satu kunci maju mundurnya usaha, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil (UMK). Untuk meningkatkan literasi keuangan para pelaku UMK di Kabupaten Buol, PT Pelindo bersama Bank BRI Cabang Buol menggelar pelatihan manajemen keuangan dan penyusunan laporan keuangan.
Manajer Keuangan, SDM, dan Umum PT Pelindo Regional 4 Tolitoli, Cahayadi, saat membuka kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Buol, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang sebelumnya juga telah diberikan untuk UMK di Tolitoli. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi modal penting agar pelaku UMK mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
“Pelindo tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi juga berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMK. Dengan pelatihan ini, literasi keuangan PUMK diharapkan semakin baik dan lebih siap bersaing di pasar yang semakin dinamis,” jelas Cahayadi.
Pimpinan BRI Cabang Buol, Setyo Eddy Moelyono, menegaskan komitmen BUMN dalam mendukung pengembangan UMK sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Dukungan tersebut tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga lewat akses pinjaman permodalan.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap pinjaman yang dikucurkan BRI dapat dikelola secara profesional oleh pelaku UMK untuk pengembangan usaha. Dampaknya akan dirasakan pada semua sektor, khususnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Buol,” ujar Setyo.
Narasumber pelatihan, Abu Ubaidah, membekali peserta dengan berbagai topik penting, mulai dari perencanaan keuangan, pencatatan sederhana, akses pembiayaan, hingga pengelolaan utang piutang secara efektif. “Dengan materi ini, pengetahuan pelaku usaha dalam manajemen keuangan akan semakin baik sehingga dapat menunjang peningkatan usaha mereka,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Kecamatan Lakea, Reni, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. “Selama ini saya masih mencampur keuangan usaha dan pribadi. Dengan pelatihan ini, saya bisa belajar mengelola usaha lebih profesional sehingga keuntungan dan kerugian dapat diketahui dengan jelas,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti 50 peserta pelaku usaha mikro kecil dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Buol.