Fenomena Bahasa Terbalik di Kalangan Gen Z, Kreativitas atau Tren Sesaat?

  • 04 Mar 2026 21:27 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Kebiasaan Generasi Z atau Gen Z menggunakan kata-kata terbalik dalam percakapan sehari-hari semakin marak, terutama di media sosial. Fenomena ini menjadi bagian dari dinamika bahasa yang berkembang di kalangan anak muda.

Penggunaan kata terbalik umumnya dilakukan dengan membalik susunan huruf atau suku kata dari kata asli sehingga menghasilkan bentuk baru yang tetap dipahami dalam konteks pergaulan mereka.

Beberapa contoh kata yang kerap digunakan antara lain “kuy” dari kata “yuk”, “ngab” dari “bang”, “skuy” dari “yuks”, “sabeb” dari “bebas”, hingga “ngopi kuy” sebagai variasi ajakan santai. Ada pula bentuk lain seperti “santuy” yang merupakan plesetan dari kata “santai”.

Pengamat bahasa menilai fenomena ini bukan hal baru dalam perkembangan linguistik. Bahasa gaul dengan pola pembalikan kata pernah muncul pada era sebelumnya, seperti bahasa prokem di Jakarta yang membentuk variasi kosakata unik dalam komunitas tertentu.

Di kalangan Gen Z, penggunaan kata terbalik berfungsi sebagai penanda identitas kelompok. Bahasa menjadi sarana membangun kedekatan sosial sekaligus menciptakan kesan santai dalam komunikasi digital.

Media sosial dinilai mempercepat penyebaran tren bahasa tersebut. Unggahan video pendek, komentar, dan percakapan daring membuat kosakata baru cepat dikenal luas dan diadaptasi pengguna lain.

Meski demikian, penggunaan bahasa terbalik umumnya terbatas pada konteks informal. Dalam situasi resmi seperti pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi formal, penggunaan bahasa baku tetap dianjurkan agar pesan tersampaikan dengan jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ahli komunikasi mengingatkan pentingnya kemampuan menempatkan ragam bahasa sesuai situasi. Kreativitas berbahasa dinilai positif selama tidak mengurangi pemahaman dan tetap menghormati kaidah bahasa Indonesia dalam konteks formal.

Fenomena bahasa terbalik di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan teknologi. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari dinamika sosial yang mencerminkan kreativitas generasi muda dalam membangun identitas komunikasi mereka.

Rekomendasi Berita