Sekolah di Pare Bina Siswa Nakal Secara Edukatif

  • 07 Mei 2025 21:15 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: SMA Negeri 1 Pare, Kabupaten Kediri melakukan pembinaan secara internal terhadap siswa nakal yang melakukan penyimpangan maupun pelanggaran. Dalam pembinaan, sekolah tidak langsung memfonis siswa bersalah, tetapi diberikan pemahaman tentang kesalahan yang dilakukan.

Handrijas Setiawan Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (7/5/2025) menyampaikan jika dalam penanganan siswa nakal bekerjasama dengan pihak militer, maka akan terdapat pembiayaan yang harus dikeluarkan.

“Kalau misalkan nanti bekerjasama dengan militer kita kan harus memperhitungkan juga pembiayaanya, padahal dana BOS itu juga terbatas, apalagi nanti kalau sampai komite dihapuskan, kita ngambil sumber dana darimana. Mau narik orang tua, kita di semprit lagi, sehingga pembinaan kita tetap melalui wali kelas, BK, kemudian kalau ada pelanggaran yang lebih berat ke waka kesiswaan dan kepala sekolah,” jelasnya.

Sementara Nanang Sukarsono Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita 1 Pare, yang merupakan sekolah berasrama bagi siswa tidak mampu milik pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan untuk menangani siswa yang menyimpang peserta didik didorong sebagai pelopor dan pelapor.

Nanang Sukarsono, S.Pd., M.Si. Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kab. Kediri. (Foto: RRI/ Hery)

“Menyiasati untuk anak-anak yang melakukan penyimpangan, kami ada tes psikologi anak itu sudah kita petakan di awal untuk memudahkan pengelompokan peserta didik. Kami punya SOP bagaimana mengetahui persoalan penyimpangan sampai dengan bagaimana penyikapannya, jadi anak-anak kami dorong untuk menjadi pelopor dan pelapor,” ucapnya.

Ia menambahkan jika terdapat siswa nakal yang tergolong berat dan mengkhawatirkan maka Guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah akan memahamkan tentang kesalahan serta memberikan waktu satu Minggu agar siswa tidak kembali mengulangi kesalahan. Jika siswa mengulangi kesalahan akan diberikan surat peringatan hingga ketiga dan jika tidak terdapat perubahan maka siswa akan dikembalikan ke orang tua.

Nanang sukarsono sepakat jika pembinaan terhadap siswa di sekolah bekerjasama dengan pihak militer, namun dengan catatan siswa tidak keluar sekolah. Dalam arti pihak militer hadir di sekolah memberikan pembinaan tentang kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme dan lainnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....