Gerakan “Bulungan Berinfaq” Digagas, Syarwani Bidik Dana Umat hingga Rp12 Miliar

  • 11 Mar 2026 04:27 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong optimalisasi pengumpulan zakat dan infaq melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulungan.

Bupati Bulungan, Syarwani, menilai potensi penghimpunan dana umat di daerah tersebut sangat besar jika dikelola secara sistematis.

Syarwani menyebutkan, target yang ditetapkan Baznas RI untuk Kabupaten Bulungan saat ini sekitar Rp4,5 miliar per tahun.

Namun menurutnya, angka tersebut masih bisa ditingkatkan jika potensi infaq masyarakat dimaksimalkan.

“Persoalan kerja Baznas ini sepanjang yang saya pahami tidak hanya bicara tentang zakat saja, tetapi juga infaq yang dikelola oleh Baznas,” ujar Syarwani.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Bulungan saat ini diperkirakan berada di kisaran 160 ribu hingga 170 ribu jiwa, dengan mayoritas beragama Islam.

Jika diasumsikan sekitar 100 ribu warga muslim berpartisipasi dalam gerakan infaq, maka potensi dana yang bisa dihimpun sangat besar.

“Kalau 100 ribu orang menginfaqkan Rp10 ribu per bulan saja, itu bisa mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan. Artinya dalam satu tahun bisa mencapai Rp12 miliar yang bisa dikelola oleh Baznas Bulungan,” jelasnya.

Selain masyarakat umum, Pemkab Bulungan juga melihat potensi besar dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Saat ini jumlah pegawai di lingkungan Pemkab Bulungan diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 orang, baik PNS maupun PPPK.

Syarwani menyebut sekitar 70 persen di antaranya merupakan pegawai muslim yang berpotensi ikut berkontribusi dalam gerakan infaq melalui skema yang akan dikoordinasikan bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

“Kalaupun tidak bisa Rp10 ribu per orang, bisa juga Rp5 ribu per orang. Itu sudah ratusan juta rupiah setiap bulan yang bisa menjadi kontribusi dan dikelola bersama Baznas,” katanya.

Menurutnya, mekanisme penyaluran dana tersebut nantinya bisa disinergikan dengan iuran ASN melalui KORPRI, sehingga sebagian dana yang terkumpul dapat dikelola Baznas untuk program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini nanti tinggal kita tindak lanjuti dan komunikasikan dengan KORPRI bagaimana skema distribusi atas kontribusi iuran ASN yang setiap bulan disalurkan melalui lembaga tersebut,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan, tujuan penguatan pengelolaan zakat dan infaq bukan semata mengejar target nasional Baznas, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulungan.

Dana yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai program, mulai dari beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, bantuan pendidikan, hingga pemberdayaan usaha kecil dan menengah.

“Kita ingin dana yang terkumpul ini bisa membantu pendidikan anak-anak kita, bisa dalam bentuk beasiswa, bantuan pendidikan, dan juga membantu saudara-saudara kita yang ingin berusaha, terutama pelaku UMKM,” ujarnya.

Syarwani juga menilai, potensi penghimpunan dana umat di Bulungan semakin besar dengan adanya berbagai sektor ekonomi seperti perkebunan kelapa sawit.

Ia menyebut saat ini terdapat 21 izin perkebunan kelapa sawit yang mempekerjakan ribuan tenaga kerja di daerah tersebut.

“Pengumpulan dana yang dilakukan Baznas ini dampaknya sangat besar, terutama untuk bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemkab Bulungan berencana menyusun skema penguatan kelembagaan Baznas, termasuk kemungkinan regulasi melalui peraturan daerah (Perda) atau peraturan bupati (Perbup).

“Ini nanti akan kita diskusikan bersama pengelola Baznas supaya kita bisa memetakan langkah-langkahnya. Bisa saja kita gerakkan program seperti ‘Bulungan Berinfaq’ yang melibatkan berbagai

pihak,” ungkapnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat digerakkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa, dengan ASN menjadi salah satu motor penggerak utama.

“Saya yakin ini bisa kita wujudkan. Tinggal bagaimana kita mencari format dan cara menggerakkan masyarakat agar bisa rutin berinfaq setiap bulan melalui Baznas Bulungan,” pungkasnya. (rln/sti)

Rekomendasi Berita