Cerita Nursyahida tentang Menjadi Guru Berprestasi di Wilayah Perbatasan
- 03 Mei 2025 06:17 WIB
- Tarakan
KBRN - Tarakan :Guru Nursyahida seorang guru biologi dari perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ia memiliki pengalaman yang mencerminkan bahwa tekad dan kerja keras dapat berkontribusi pada kesuksesan. Nursyahida berasal dari latar belakang keluarga nelayan sederhana dan kini menjadi pendidik yang aktif di kawasan perbatasan negara, berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa-siswanya.
Hal tersebut disampakan Nursyahida saat dialog Spada Pro 2 RRI Tarakan di studio pro 2 Senin 28 April 2025. Nursyahida, yang termotivasi oleh pandangan negatif terhadap keluarganya, berhasil meraih beasiswa Bidikmisi untuk meringankan beban biaya pendidikannya. Kini, ia berkarir sebagai guru biologi di SMAN 1 Sebatik Tengah, di perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Nursyahida mengajak siswa-siswanya untuk mengembangkan potensi diri tidak hanya di kelas, tetapi juga melalui keterlibatan di masyarakat, seperti menjadi relawan di TBM Pulau Sebatik.
“Pengalaman ini melatih kemampuan public speaking dan mental siswa Sebagai seorang guru, saya merasa perlu untuk terus belajar mengikuti berbagai lomba untuk mengukur kemampuan dan berinteraksi dengan orang-orang hebat.” Ujarnya
Nursyahida dikenal karena usaha dan dedikasinya dalam dunia pendidikan di daerah perbatasan. Meskipun mengalami banyak kegagalan di tahun-tahun sebelumnya, ia tidak menyerah. Setelah mengalami titik terendah dalam hidupnya,
“Di tahun 2023 saya mengambil langkah berani. Dengan tekad yang kuat dan dukungan penuh dari orang-orang terkasih, saya mengikuti ajang Kompetisi Apresiasi Tingkat daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Kerja keras dan inovasinya membuahkan hasil manis dan saya berhasil meraih juara 3 dalam kategori GTK Inovatif Guru SMA.” Katanya
Kemenangan ini mencerminkan hasil dari semangat pantang menyerah yang dapat mengubah tantangan menjadi peluang. dia dianggap sebagai contoh positif, menunjukkan bahwa setiap kegagalan merupakan langkah menuju kesuksesan yang lebih besar.
“Pada tahun 2024, saya kembali meraih juara 1 di tingkat provinsi dalam Event Guru Penggerak CBP Rupiah, pada ajang Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan mewakili Kalimantan Utara di tingkat nasional.” Jelas Nursyahida dengan bangga
Setelah lomba tersebut, di tahun yang sama, Nursyahida mengikuti pendidikan sebagai Guru Penggerak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Pendidikan guru penggerak ini berlangsung selama enam bulan.
Nursyahida mengakui bahwa dukungan dari keluarganya dan teman-teman sesama guru di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah sangat berarti baginya. Mereka bukan sekadar rekan kerja, mereka adalah sebuah komunitas yang saling menguatkan dan menginspirasi. Setiap kali Nursyahida menghadapi tantangan, baik dalam mengajar maupun dalam mengikuti lomba, ia selalu bisa mengandalkan mereka untuk memberi motivasi dan semangat.
Nursyahida berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan menganggap setiap kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan sebagai hal yang penting. Ia menyatakan,
"Tidak ada kata rugi. Setiap kegiatan memberikan kita pengalaman, poin, dan teman. Rezeki tidak akan pernah tertukar." Tutupnya.(NurHalimah)