Harga Emas dan Cabai Melambung, Inflasi Kaltara Sentuh 0,47 Persen
- 03 Mar 2026 07:47 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan kenaikan indeks harga yang cukup signifikan pada bulan kedua tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, provinsi termuda di Indonesia ini mengalami inflasi bulan ke bulan (month-to-month) sebesar 0,47 persen pada Februari 2026.
Kepala BPS Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim, menyampaikan bahwa perkembangan harga ini dipicu oleh kenaikan di beberapa kelompok pengeluaran utama. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 0,78 persen.
"Komoditas utama yang mendorong inflasi bulan ini adalah emas perhiasan dengan andil 0,22 persen," jelas Dr. Mustaqim dalam rilis resminya. Tren kenaikan harga emas global tampaknya berdampak langsung pada daya beli masyarakat di wilayah Kaltara.
Selain perhiasan, komoditas pangan juga memberikan tekanan inflasi yang cukup kuat. Cabai rawit tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,17 persen, diikuti oleh daging ayam ras sebesar 0,08 persen.
BPS juga mencatat kenaikan harga pada sektor perikanan seperti ikan bandeng atau ikan bolu dengan andil 0,04 persen. Komoditas tomat pun turut menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen pada periode Februari ini.
Jika dirinci per kelompok pengeluaran, sektor Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami lonjakan paling tajam sebesar 2,56 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi umum sebesar 0,21 persen bagi Kaltara.
Di sisi lain, sektor transportasi dan penyediaan makanan/minuman di restoran mengalami kenaikan tipis masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,12 persen. Sementara sektor kesehatan hanya mencatatkan kenaikan minimal sebesar 0,03 persen.
Meskipun banyak harga naik, Dr. Mustaqim menyebutkan adanya beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau tercatat mengalami penurunan harga yang membantu menahan laju inflasi.
Bawang merah dan ikan layang (ikan benggol) juga menjadi komoditas pendorong deflasi dengan andil masing-masing 0,04 persen dan 0,02 persen. Hal ini menunjukkan pasokan sayuran dan ikan tertentu di pasar masih relatif terjaga.
Hingga Februari 2026, inflasi tahun kalender (year-to-date) Kaltara tercatat berada di angka 0,57 persen. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau stok pangan, terutama cabai rawit, guna menjaga stabilitas harga di bulan-bulan mendatang.