Mayoritas Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Masuk Fase Pemulihan
- 11 Feb 2026 21:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatra telah memasuki fase pemulihan. Dari total 52 kabupaten/kota di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh, hanya dua wilayah yang masih tanggap darurat.
“Dari 52 kabupaten kota terdampak di Sumatra, tinggal dua kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat. Sementara yang lainnya, baik di Sumatra Barat maupun di Sumatra Utara, semuanya sudah masuk dalam fase transisi darurat ke pemulihan,”kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan pers di Kementerian Dalam Negeri, Rabu, 11 Februari 2026.
Adapun dua wilayah yang masih berstatus tanggap darurat berada di Aceh yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Suharyanto mengatakan penanganan bencana di Sumatra semakin membaik karena banyak daerah yang memasuki fase pemulihan.
Kendati demikian, ditemukan pada tingkat desa dan kecamatan yang masih membutuhkan penanganan lebih ekstra. “Masih banyak permasalahan di desa, di kecamatan, tapi secara kabupaten, secara provinsi, semuanya sudah mengarah ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
BNPB juga mencatat penurunan signifikan jumlah pengungsi. Pada puncaknya, yakni 8 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai 1.057.482 jiwa yang tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Bara dan Aceh.
“Dengan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh ini menjadi bukti kerja cepat pemerintah membuahkan hasil. Harapannya, kini masyarakat mulai menjalani kehidupan dengan lebih layak,”ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menangah mencatat jumlah pembelajaran di tenda darurat sudah berkurang. Per 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 129 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana, namun jumlah berkurang menjadi 99 sekolah.
Adapun sebaran 99 sekolah tersebut, 52 di antaranya berlokasi di Aceh, 21 di Sumatra Utara, dan 26 di Sumatra Barat. Pemerintah bersama TNI/Polri dan pihak terkait lainnya mengebut pembersihan sekolah sehingga bisa dipergunakan kembali.
“Kegiatan pembelajaran sudah berlangsung 100 persen, pemerintah terus mengebut pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Alhasil, sekolah yang sebelumnya terpaksa melaksanakan pembelajaran di tenda darurat kini dapat kembali menggunakan bangunannya masing-masing,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Abdul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....