Mengenal Rumah Adat Melayu

  • 19 Jun 2024 10:12 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Kepulauan Riau memang sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya, seperti halnya keragam bentuk dari rumah adat yang terdapat di kabupaten dan kota di Provinsi Kepriyaitu selaso jatoh kembar, Rabu (19/6/2024)

Keragaman tersebut terjadi karena secara geografi provinsi ini terpisahkan laut antara satu pulau dengan lainnya. keragaman bentuk rumah tradisional yang terdapat di Kepri, ada kesamaan jenis dan gaya arsitektur.

Ketua Bidang Penelitian, Pengkajian dan Penulisan Adat Budaya Melayu LAMKR Kota Tanjungpinang, Dato Rendra Setyadiharja mengatakan dari segi corak, ada kesamaan dan juga ada perbedaan dari corak lainnya.Dari jenisnya, rumah tradisional ini pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang.

“ Rumah Melayu ini sebenarnya ada beberapa penanda,yang bisa menjadi pembeda seperti dari atap susunan dindingm tunjuk langit, selembayung dan lainnya” kata Dato Rendra dalam dialog Sembang Komunitas Pro4 tanjungpinang.

Menurutnya, Di beberapa daerah masih dapat dijumpai rumah adat Melayu tempo dulu. Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama, dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut, pucuk rebung, dan lain-lain Jika dideskripsikan, denah rumah adat ini hanya memiliki Selasar di bagian depan.

Selain itu, Tengah rumah pada bagian tengah dengan bersekat papan antara selasar dan telo.Kemudian bentuk rumah mengecil pada bagian telo yang berguna sebagai tempat makan, dan lain-lain, sertaan pada bagian belakang terdapat dapur.

Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh. Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran.

Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas yang disebut Tunjuk Langit yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Rendra juga mengatakan Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.

"Rumah Selaso Jatuh Kembar dihiasi corak dasar Melayu umumnya bersumber dari alam, yakni terdiri atas flora, fauna, dan benda-benda angkasa, " ujarnya.

Di antara corak-corak tersebut, yang terbanyak dipakai adalah yang bersumber pada tumbuh-tumbuhan (flora).Pada zaman sekarang sudah sangat jarang masyarakat membangun rumah bergaya melayu lama yaitu rumah panggung dan banyak bagian yang hilang. Hanya terdapat pada sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir atau Balai adat yang masih dilestarikan.

Dengan mengenal corak rumah melayu , diharapkan generasi sekarang dan akan datang tidak lupa akan jati dirinya sebagai anak tempatan orang Melayu. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, takkan Melayu hilang di dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....