Wisata Bahari Berbasis Masyarakat, Potensi Besar Ekonomi Pesisir

  • 13 Jul 2026 18:05 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Indonesia memiliki garis pantai yang panjang serta kekayaan laut yang menjadi daya tarik wisata di berbagai daerah. Potensi tersebut tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.

Dilansir dari jurnal Media Wisata, pengelolaan wisata bahari berbasis komunitas (Community-Based Tourism/CBT) memberikan kesempatan kepada masyarakat pesisir untuk terlibat secara aktif dalam perencanaan, pengelolaan, hingga pemanfaatan hasil kegiatan pariwisata. Keterlibatan tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pelestarian potensi alam dan budaya yang menjadi daya tarik wisata.

Wisata bahari berbasis masyarakat menempatkan warga lokal sebagai pelaku utama dalam mengembangkan potensi daerahnya. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan menjaga kelestarian lingkungan, memperkenalkan budaya setempat, serta menghadirkan pengalaman wisata yang lebih autentik bagi pengunjung.

Di berbagai daerah pesisir, potensi wisata dapat dikembangkan melalui beragam aktivitas seperti wisata pantai, snorkeling, menyelam, wisata mangrove, hingga wisata budaya masyarakat pesisir. Pengelolaan yang baik dapat membuka peluang usaha, mulai dari kuliner hasil laut, penyewaan perahu wisata, jasa pemandu snorkeling, homestay, hingga penjualan kerajinan khas masyarakat pesisir.

Penelitian dalam Jurnal Manusia dan Lingkungan menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat dipengaruhi oleh sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara aktif tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas setempat.

Di wilayah kepulauan, seperti Kepulauan Riau (Kepri), wisata bahari memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui pemanfaatan pantai, pulau-pulau kecil, ekosistem mangrove, serta kekayaan budaya maritim yang dimiliki masyarakat. Potensi tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dikelola secara kolaboratif dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Selain meningkatkan perekonomian, wisata bahari berbasis masyarakat juga dapat memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan dan budaya lokal. Kesadaran untuk menjaga kebersihan pantai, melindungi ekosistem laut, serta mempertahankan tradisi masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat perlu terus didorong sebagai salah satu strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, potensi wisata bahari tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan budaya bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....