Peran Generasi Muda Meningkatkan Pariwisata Kota Tanjungpinang
- 23 Jun 2025 16:33 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Potensi besar sektor pariwisata di Kepulauan Riau, khususnya di Kota Tanjungpinang, menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Dukungan lembaga pendidikan sangat mempengaruhi kegiatan pariwisata sebagai pendapatan daerah.
Hal itu disampaikan Ketua STISIPOL Raja Haji Kota Tanjungpinang, Ferizone dalam talkshow yang digelar di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya mausia.
Ferizone mengatakan, lembaga pendidikan sangat mendukung kegitan pariwisata sebagai pendapatan daerah. Ia mengingatkan untuk menjaga lingkungan agar berlangsungnya parawista jangka panjang.
“Agar generasi penerus dapat menikmati pariwisata yang ada sekarang,” kata Ferizone, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, Talk show ini mendapatkan respons positif dari mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari pulau-pulau kecil di sekitar Tanjungpinang. Terutama untuk mahasiswa demi meningkatkan skill kecakapan berbahasa Inggris maupun soft skill lainnya.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan siap bersaing di sektor pariwisata global.
“Kita harus memperkuat sumber daya manusia yang kita miliki saat ini dan mampu mengelola sendiri,” tambahnya.
Founder EnglishClinic Consultants, Raja Hendra Sukmana, mendatangkan pembicara dari Western Australia University dibidang Lingkungan Tourism Economy. Talk Show dalam Bahasa Inggris ini memberikan nuansa motivasi pada peserta khususnya mahasiwa di STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang.
Meskipun kabupaten Bintan selama ini lebih dikenal sebagai pusat industri pariwisata, Tanjungpinang juga memiliki potensi yang tidak kalah besar. Namun, rendahnya perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan menjadi hambatan utama bagi daya tarik wisata di daerah ini.
"Wisatawan akan kembali datang kalau daerah itu bersih. Ini yang sering luput dari perhatian masyarakat," ujar Hendra.
Selain isu lingkungan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar tidak takut berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Menurutnya, keterampilan bahasa Inggris masih dianggap sebagai "ekstra skill" di Indonesia, padahal kemampuan ini sangat penting untuk menunjang karier, terutama dalam bidang pariwisata yang bersifat internasional.
"Padahal, ini adalah modal utama dalam menghadapi persaingan global," katanya, mengakhiri.
Penulis : Garda Ramadhan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....