Strategi Pemasaran Pariwisata Terhadap Kebijakan Visa Bebas Kunjungan

  • 07 Mei 2025 17:30 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Untuk meningkatkan serta menarik wisatawan berkunjung ke Tanjungpinang, Dinas Pariwisata Tanjungpinang melakukan strategi bersama pelaku Pariwisata. Strategi ini dirangkum dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) strategi pemasaran Pariwisata terhadap kebijakan visa bebas kunjungan yang berlangsung di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Rabu (7/5/2025).

Diskusi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Guntur Sakti, Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat serta sejumlah pihak terkait. Guntur Sakti mengungkapkan, pihaknya sedang membangun antusiasme kolektif dari pemerintah daerah kepada stakeholder terkait agar semuanya memiliki energi dan spirit yang sama dalam menggairahkan ekosistem Pariwisata di Kota Tanjungpinang.

"Ada beberapa problem yang memang sudah kita inventarisir, tapi juga ada beberapa challenge yang memang harus dimanfaatkan, contoh Gubernur sekarang sedang berjuang untuk meminta skema pengembangan bebas Visa lagi untuk entitas tertentu di Singapura," tutur Guntur.

Pada tahun 2024, Guntur melanjutkan sudah dapat dua pemegang VR bebas Visa dan skema Visa pendek 7 hari, saat ini pihaknya sedang berjuang untuk meminta skema bebas Visa kembali. Pada momen FGD ini, untuk memanfaatkan momentum depresiasi Rupiah terhadap Dollar mengingat nilai tukar Dolar ke Rupiah sangat tinggi.

"Nah, ini kan peluang bagi teman-teman di industri parwisata untuk lebih gencar berpromosi mengemas paket parwisata termasuk memberikan pelayanan karena di MAN nya sedang kita tarik," ujarnya.

Menurutnya Pariwisata culture and heritage perpaduan dua budaya yaitu budaya Melayu dan budaya Tionghoa menjadikan starting point baru bagi Kota Tanjungpinang. Guntur memberikan tiga tips kepada pelaku industri dalam menggaet wisatawan mancanegara supaya bisa dapat berkunjung ke Tanjungpinang dalam memanfaatkan momentum depresiasi tersebut.

"Artinya ini juga momentum bagi Tanjungpinang boleh melakukan rebranding karena posisioningnya sudah ditetapkan sebagai Destinaty Wisata Culture and Heritage perkawinan atau kolaborasi budaya Melayu dan Tionghoa," ucap Guntur.

Portofolio Wisman di Kepri, Tanjungpinang saat ini berada di posisi keempat dari empat pintu masuk wisatawan di Kepri. Guntur mengajak pandanglah Batam, Bintan dan Karimun sebagai Kompetitor atau spirit untuk bersaing.

“Ada tiga ya, satu gencarkan promosi melalui digital marketing, Kedua bekerjasama dengan travel agent untuk mengemas paket menarik dan unik dan ketiga pelaku Pariwisata diminta untuk service excelent pada produknya masing-masing," katanya.

Sementara itu, Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat menerangkan bahwa Pariwisata Tanjungpinang kini sedang diuji atau tidak baik-baik saja, tentu permasalahan ekonomi menjadi perhatian utama Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang. Zulhidayat menambahkan, Tanjungpinang memiliki keunggulan tersendiri daripada daerah lain yaitu terdapat Pariwisata Culture and Heritage perpaduan dua budaya.

"Dalam waktu dekat perlunya digital marketing dan me-rebranding serta akan melanjutkan dua program ini bersama para konten kreator untuk mengangkat dua kulturasi budaya di Tanjungpinang," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....