Kelalaian Warga Picu Kebakaran Hutan dan Lahan

  • 23 Mar 2026 01:07 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Diduga kelalaian oknum kembali menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Peristiwa ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi. Api yang awalnya kecil, sering kali berasal dari aktivitas manusia, seperti, membakar sampah atau membuka lahan, dengan cepat meluas akibat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang.

Dalam beberapa kasus, kebakaran terjadi karena kurangnya kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan. Sebagian warga masih menganggap pembakaran sebagai cara paling mudah dan murah untuk membersihkan lahan. Padahal, tindakan tersebut sangat berisiko, terutama saat musim kemarau, di mana vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.

Mengutip dari laman https://swb.co.id/id/blog/27-memahami-dan-mencari-penyebab-kebakaran-hutan-dan-laha, dijelaskan bahwa Kebakaran hutan/lahan berulang hampir setiap tahun di Indonesia. Ketika memasuki musim kering apalagi musim kering ekstrim (El Nino) kebakaran hutan/lahan dan perkebunan terjadi di banyak tempat. Kebakaran hutan lindung sampai kebakaran perkebunan meskipun sudah diantisipasi dan diingatkan jauh-jauh hari, kebakaran juga tetap terjadi.

Dampak dari kebakaran hutan tidak bisa dianggap remeh. Asap tebal yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Selain itu, kabut asap juga mengurangi jarak pandang yang berpotensi mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara..

Pemerintah bersama aparat terkait sebenarnya telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Berbagai upaya sosialisasi dan penegakan hukum terus dilakukan untuk menekan angka kebakaran. Namun, tanpa kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, upaya tersebut tidak akan berjalan maksimal.

Diperlukan edukasi yang lebih masif dan berkelanjutan agar masyarakat memahami risiko besar dari tindakan yang dianggap sepele tersebut. Selain itu, alternatif pengolahan lahan tanpa pembakaran juga perlu diperkenalkan dan didukung, sehingga warga memiliki pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Kebakaran hutan akibat kelalaian manusia seharusnya menjadi pelajaran bersama. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian, diharapkan kejadian serupa tidak terus terulang di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....