Multibahasa, Fondasi Indonesia Emas 2045
- 24 Feb 2026 10:25 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pendidikan multibahasa dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik, pelestarian bahasa daerah, serta kemampuan berbahasa asing dinilai sebagai kunci untuk membangun generasi unggul dan berdaya saing global.
Penerjemah Ahli Muda Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Faisal Gazali, menegaskan bahwa pendidikan multibahasa bukan sekadar kemampuan berbicara dalam lebih dari satu bahasa, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter, identitas, dan daya saing generasi muda.
Menurutnya, bahasa Indonesia tetap harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri sebagai bahasa persatuan dan bahasa ilmu pengetahuan. Di saat yang sama, bahasa daerah harus terus dilestarikan sebagai identitas budaya, sementara bahasa asing menjadi jembatan untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan pergaulan internasional.
“Pendidikan multibahasa adalah investasi jangka panjang. Generasi muda yang menguasai bahasa Indonesia dengan baik, bangga terhadap bahasa daerahnya, dan cakap berbahasa asing akan lebih siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Faisal Gazali, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia juga menyoroti pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa sejak dini. Penggunaan bahasa yang santun dan bijak di ruang digital, termasuk media sosial, dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang di era teknologi saat ini.
Di wilayah Kepri yang dikenal sebagai daerah perbatasan dan kawasan strategis internasional, kemampuan multibahasa menjadi kebutuhan nyata. Interaksi lintas negara dan budaya menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk adaptif dan komunikatif.
Lebih lanjut, Faisal mendorong penguatan literasi melalui program pembinaan bahasa, pelatihan penerjemahan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Pendekatan kreatif dan inovatif dinilai mampu meningkatkan minat generasi muda dalam mempelajari berbagai bahasa.
“Menuju 2045, kita tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif lintas budaya. Di sinilah peran pendidikan multibahasa menjadi sangat strategis,” tuturnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pendidikan multibahasa diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang berkarakter, beridentitas kuat, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....