Koperasi Solusi Ketahanan Pangan Lokal

  • 18 Feb 2026 15:13 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Ketahanan pangan nasional tidak hanya bertumpu pada daerah sentra produksi. Di wilayah yang bukan penghasil utama, peran kelembagaan ekonomi berbasis masyarakat dinilai menjadi kunci. Dalam konteks ini, Koperasi dipandang memiliki posisi strategis untuk memperkuat kemandirian pangan daerah.

Pengamat Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, Indra Bastian Tahir, menilai koperasi dapat menjadi instrumen efektif untuk mengonsolidasikan potensi petani dan pelaku UMKM pertanian dalam satu ekosistem yang terorganisir.

“Koperasi berpotensi menjadi motor penggerak produksi pangan lokal, terutama di daerah yang selama ini bergantung pada pasokan luar,” kata Indra, Rabu 18 Februari 2026.

Menurut Indra, pendekatan kolektif yang berbasis komunitas memungkinkan proses produksi berjalan lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penguatan koperasi harus didukung lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah desa.

“Jika didukung kebijakan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, koperasi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan,” ujarnya.

Tak hanya pada aspek produksi, koperasi juga dinilai dapat mempersingkat rantai distribusi hasil pertanian. Dengan sistem distribusi yang lebih terkendali, harga pangan di tingkat konsumen dan produsen bisa lebih stabil.

“Koperasi dapat memotong mata rantai distribusi yang panjang, sehingga harga lebih terjangkau bagi masyarakat dan tetap menguntungkan bagi petani,” katanya, menambahkan.

Lebih jauh, Indra menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih berpeluang menjadi agen utama dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, keberadaannya juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di wilayah pedesaan.

“Peran koperasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian dan ketahanan masyarakat desa secara menyeluruh,” katanya.

Rekomendasi Berita