Bank Sampah, Bukan Sekadar Tempat Pembuangan
- 17 Jul 2025 11:21 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Bank Sampah bukan sekadar tempat buang sampah tapi bisa bernilai besar, terutama jika melibatkan pelajar dan ibu rumah tangga. Sayangnya, partisipasi masih rendah akibat kurangnya informasi dan manfaat yang belum terasa langsung.
Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat kota Tanjungpinang dalam program Opini Publik Pro 1 RRI Tanjungpinang, Kamis, (17/7/2025). Imran, warga Kampung Bugis mengatakan kolaborasi dengan UMKM dan dukungan pelatihan dari pemerintah bisa menghidupkan Bank Sampah.
“Upaya yang bisa dilakukan adalah mengajak sekolah-sekolah dan karang taruna buat lomba setor sampah terbanyak,” ujar Imran.
Menurutnya perlu aplikasi atau sistem digital sederhana, untuk mencatat saldo dan penukaran poin. Pemerintah juga bisa membantu dengan memberi dukungan modal awal atau pelatihan keterampilan daur ulang.
“Bayangkan kalau setiap RT punya bank sampah yang aktif. Lingkungan akan menjadi bersih, warga dapat untung, dan kota makin hijau,” ucapnya.
Sementara itu Rasino, warga Kijang mengatakan, tidak semua orang tahu bagaimana cara mengelola sampah dengan benar. Menurutnya strategi yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi dengan Dinas seperti Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan, agar bisa mendaur ulang sampah.
“Mungkin bisa juga dijadikan paving block, seperti yang dilakukan di luar kota,” ujar Rasino.
Bank Sampah bukan sekadar tempat buang sampah, tapi pusat perubahan gaya hidup. Jika dijalankan bersama, lingkungan akan jadi lebih bersih dan ekonomi warga juga bisa ikut meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....