Sejarah Lahirnya Gerakan Ultras di Italia
- 21 Okt 2025 09:09 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Gerakan Ultras lahir di Italia pada akhir tahun 1950-an sebagai bentuk ekspresi dukungan fanatik terhadap klub sepak bola. Istilah “ultras” sendiri berasal dari kata Latin ultra yang berarti “melampaui batas”, menggambarkan semangat dan dedikasi ekstrem para pendukung terhadap tim kesayangan mereka.
Melansir dari situs vice.com, sebutan ini digunakan oleh media Italia untuk menggambarkan kelompok suporter yang terlalu bersemangat dalam mendukung tim, namun kemudian menjadi identitas kebanggaan bagi kelompok-kelompok pendukung di berbagai kota.
Pada awal 1960-an, sejumlah kelompok pendukung mulai terbentuk di tribun-tribun stadion Italia. Salah satu yang dianggap sebagai pelopor gerakan ini adalah Fossa dei Leoni, kelompok pendukung AC Milan yang berdiri pada tahun 1968. Mereka memperkenalkan budaya baru dalam mendukung tim, seperti membawa spanduk besar, mengibarkan bendera, menyalakan flare, serta menyanyikan chant yang kompak dan berirama. Gaya dukungan yang atraktif ini kemudian menjadi ciri khas yang membedakan ultras dari kelompok suporter biasa.
Perkembangan ultras semakin pesat pada dekade 1970 hingga 1980-an. Hampir setiap klub besar di Serie A dan Serie B memiliki kelompok ultras masing-masing, seperti Brigate Gialloblu milik Hellas Verona, Curva Sud Roma, dan Irriducibili Lazio. Mereka tidak hanya menjadi bagian dari pertandingan, tetapi juga membangun identitas sosial dan politik yang kuat. Beberapa kelompok ultras bahkan dikenal memiliki afiliasi ideologis tertentu, baik sayap kanan maupun sayap kiri, yang kerap memengaruhi dinamika di tribun stadion.
Budaya ultras di Italia tidak hanya berkutat pada sepak bola, tetapi juga mencerminkan semangat komunitas, solidaritas, dan kebanggaan kota. Mereka menganggap stadion sebagai rumah kedua, tempat mengekspresikan cinta terhadap klub sekaligus memperjuangkan identitas kolektif. Namun, militansi yang tinggi terkadang menimbulkan benturan antar kelompok pendukung, sehingga gerakan ultras juga sering dikaitkan dengan aksi kekerasan dan kontroversi di dunia sepak bola Italia.
Meski begitu, hingga kini budaya ultras tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Italia dan telah menginspirasi banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Konsep koreografi megah (tifo), nyanyian tanpa henti, serta dedikasi penuh terhadap klub kini menjadi ciri khas tribun di berbagai belahan dunia. Dari Italia, semangat ultras menyebar sebagai simbol cinta sejati pada sepak bola.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....