PR Besar Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Asia
- 30 Jul 2025 14:01 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang; Tim Nasional Indonesia U-23 berhasil mencapai final Piala AFF U-23, namun pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni menyoroti bahwa masih banyak aspek permainan yang perlu dibenahi. Meski torehan final patut diapresiasi, secara fundamental, performa tim asuhan pelatih Vanenburg menunjukkan beberapa kelemahan yang menjadi pekerjaan rumah jelang Kualifikasi Piala Asia U-23.
Kusnaeni secara spesifik menyoroti kesulitan Timnas U-23 menghadapi tim yang menerapkan counter pressing dan compact defense disiplin. Pola permainan semacam itu kerap membuat skuad Garuda Muda kewalahan, sebagaimana terlihat saat menghadapi Thailand, Malaysia, Vietnam, bahkan Filipina. Ini mengindikasikan bahwa tim perlu menemukan solusi taktis untuk membongkar pertahanan rapat lawan.
“Piala AFF ini memberikan banyak pelajaran berharga, meski U23 sukses masuk final,” kata Mohammad Kusnaeni, Rabu (30/7/2025).
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kualitas pemain yang kurang merata. Kedalaman skuad menjadi isu krusial. Kehilangan pemain kunci di posisi tertentu, seperti Arkhan Fikri dan Toni Firmansyah, secara signifikan menurunkan kreativitas permainan di lini tengah.
“Ini menunjukkan pentingnya memiliki pelapis yang sepadan untuk setiap posisi vital,“ujarnya.
Selain itu, mental bertanding pemain juga masih memerlukan pembenahan serius. Kusnaeni mengamati bahwa pemain Timnas U-23 terkadang mudah terpancing emosinya oleh provokasi lawan, yang kemudian berujung pada hilangnya konsentrasi.
“Kedewasaan dan ketenangan di lapangan menjadi kunci untuk menghadapi pertandingan krusial di masa mendatang,”tuturnya.
Menyongsong Kualifikasi Piala Asia U-23, Kusnaeni menekankan bahwa pelatih Vanenburg harus diberikan ruang yang luas untuk mempersiapkan tim dengan lebih baik. Persiapan tidak cukup hanya melalui pemusatan latihan (TC), namun juga sangat memerlukan uji coba berkualitas melawan tim-tim dengan karakter permainan yang kuat, seperti Korea Selatan atau Makau, untuk menguji kesiapan dan adaptasi tim.
“Pelatih Vanenburg harus diberikan ruang yang luas untuk mempersiapkan tim,” tuturnya.
Penguatan materi pemain menjadi agenda mendesak. Skuad Piala AFF U-23 dinilai belum merata dan masih butuh peningkatan di beberapa posisi, terutama lini tengah dan depan. Penambahan amunisi baru yang berkualitas akan sangat berpengaruh pada daya saing tim di kancah yang lebih tinggi.
Untuk Kualifikasi Piala Asia U-23, Kusnaeni memberikan beberapa rekomendasi pemain yang dapat memperkuat tim. Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner dinilai mampu meningkatkan kreativitas di lini tengah. Di lini belakang, Justin Hubner bisa menjadi pilihan solid, sementara di lini depan, opsi seperti Ramadhan Sananta dan Mauro Zijlstra patut dipertimbangkan.
“Mauro Zijlstra patut dipertimbangkan jika dinaturalisasi, intinya kerangka Tim sudah bagus,” katanya.
Secara keseluruhan, Piala AFF U-23 telah memberikan kerangka tim yang cukup bagus. Kusnaeni percaya bahwa pelatih Vanenburg dapat menjadikan fondasi ini sebagai pijakan untuk mengembangkan tim lebih lanjut, baik untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 maupun persiapan menuju SEA Games berikutnya.
“Timnas Indonesia U-23 untuk belajar dan bertransformasi menjadi kekuatan yang lebih tangguh di Asia,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....