Waspada Penipuan Atas Nama Gubenur Kepri

  • 08 Jan 2024 13:28 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN,Tanjungpinang : Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau menyayangkan tindakan penipuan yang mengatas namakan Gubernur Ansar Ahmad hingga menimbulkan korban sejumlah pengurus masjid dan yayasan di Kepulauan Riau.

Kepala dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Kepulauan Riau Hasan mengatakan bahwa gubenur sangat menyangkan tindakan tersebut yang menimbulkan korban.

"Ini sebuah penipuan. Saya menilai ini sebagai upaya mencemarkan nama baik Gubernur," kata Hasan di Tanjungpinang, Minggu (7/1/2024).

Menurut Hasan, Gubernur Ansar telah mengetahui hal ini dan menyatakan terkejut menerima laporan mengenai adanya beberapa masjid dan yayasan yang mentransfer sejumlah uang melalui rekening pribadinya.

"Gubernur sudah menerima laporan berikut bukti transfer," ujar Hasan lagi.

Laporan diterima Gubernur, lanjut Hasan, sejumlah masjid dan yayasan telah mengirim uang melalui fasilitas transfer di mobile banking.

Masjid dan yayasan yang mentransfer itu sebelumnya dijanjikan oleh seseorang tak bertanggungjawab sebegai calon penerima bantuan dari Pemprov Kepri.

"Tapi sebagai syaratnya, masjid dan yayasan itu harus terlebih dahulu mengirimkan sejumlah uang kepada Gubernur Ansar. Ini jelas tidak betul. Jelas sebuah penipuan," ungkap Hasan memastikan.

Masjid dan yayasan yang disebut telah mentransfer uang melalui rekening pribadi Gubernur Ansar itu kesemuanya berada di Kota Batam.

Masjid dan yayasan dimaksud yakni Masjid Al Islah senilai Rp5 juta, Masjid Jami' Nurul Amanatul Haq Batam senilai Rp5 juta, serta Yayasan Ukhuwah Islamiyah yang dua kali melakukan transaksi, masing-masing senilai Rp10 juta dan Rp15 juta.

"Ini tidak betul," ungkapnya

Kalaupun Pemerintahan Provinsi Kepri akan memberikan bantuan tentunya murni sebagai bantuan yang harus melalui persyaratan dan mekanisme yang ditetapkan. Mulai dari adanya proposal, kelayakan sebagai penerima melalui survei, hingga ketersediaan anggaran.

"Tidak mungkin pemberian bantuan oleh Pemprov Kepri dengan diimingi-imingi pemberian uang terlebih dahulu. Lebih-lebih lagi ini menyangkut rumah ibadah," kata Hasan lagi.

Ia mengingatkan agar semua pihak agar berhati-hati dan terlebih dahulu memastikan sebelum mengirim uang terkait modus penipuan seperti ini.

Hasan juga meminta kepada masyarakat yang menerima telfon dari siapapun yang mengatasnamakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan tujuan serupa, agar segera mengkonfirnasi ke Biro Kesra di nomor 0812-7082-465, Diskominfo Kepri 0853-6109-4189 atau ajudan Gubernur di nomor 0852-6449-9323.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....