Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Menantang OMI Kepri
- 06 Okt 2026 16:20 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Prestasi tidak lahir dari ruang kelas yang sunyi, melainkan dari keberanian untuk menguji kemampuan ketika kesempatan datang. Empat siswa MTs Aqidatunnajin Daik kini membawa nama madrasah menembus Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
OMI tingkat provinsi digelar di MTs Negeri Lingga, keempat siswa itu tidak hanya datang untuk mengikuti ujian, tetapi membawa hasil dari proses panjang yang ditempa melalui pembinaan dan pembelajaran tambahan.
Mereka bersaing dalam tiga bidang akademik. Kasratul Ismul Azzam turun di Matematika, Kemal Mauladul Kiram di Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sedangkan Khansaa Inara Widawati dan Aurelia Amanda Putri bertarung di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kompetisi berlangsung secara daring dengan sejumlah sesi. MTs Aqidatunnajin mengikuti sesi kedua untuk Matematika dan sesi ketiga untuk IPS serta IPA.
Guru pendamping sekaligus operator OMI MTs Aqidatunnajin, Delvie Selmi Maldiana, berharap keempat peserta mampu menghadapi soal dengan tenang dan memberikan kemampuan terbaiknya.
“Besar harapan saya selaku operator OMI sekolah, anak-anak dapat mengerjakan soal dengan baik dan lancar. Semoga Allah memampukan mereka untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Delvie, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam dunia pendidikan, angka memang menjadi ukuran yang mudah dibaca. Namun, keberanian menembus batas kemampuan adalah nilai yang tidak selalu bisa ditulis dalam sebuah peringkat.
Kepala MTs Aqidatunnajin, Syafrini Zein, menyebut keberhasilan mencapai tingkat provinsi sebagai kebanggaan bagi madrasah. Baginya, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran dari perjalanan empat siswanya.
“Apa pun hasilnya nanti, perjuangan dan kerja keras anak-anak hingga mampu sampai ke tingkat provinsi sudah menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTs Aqidatunnajin,” kata Syafrini.
Perjalanan menuju OMI tingkat provinsi juga tidak dibangun dalam waktu singkat. Para siswa menjalani pembinaan rutin bersama guru pendamping, termasuk pembelajaran tambahan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.
Syafrini mengapresiasi para guru pembina, Delvie Selmi Maldiana, Irma Ningsih, dan Supriani yang konsisten mendampingi peserta selama masa persiapan. Hampir setiap hari, para siswa digembleng untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun kesiapan menghadapi kompetisi.
“Hampir setiap hari anak-anak mendapatkan pembelajaran tambahan sesuai bidang masing-masing. Semoga seluruh ikhtiar dan kerja keras ini membuahkan hasil terbaik,” ujarnya.
Syafrini meminta para peserta tetap percaya diri, tenang, dan fokus selama kompetisi. Sebab, setiap soal yang mereka hadapi hari itu bukan hanya menguji pengetahuan, tetapi juga menguji keberanian untuk percaya pada kemampuan sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....