UMRAH Perkuat Pengelolaan Bank Sampah Berlian Bumi Air Raja
- 05 Okt 2026 10:18 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mendorong penguatan pengelolaan Bank Sampah Berlian Bumi Air Raja melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan tersebut dikemas dalam workshop bertema “Penguatan Kapasitas Kelembagaan Bank Sampah sebagai Upaya Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan”, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ketua TIM PKM, Chaereyranba Sholeh, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan bank sampah, mulai dari aspek nilai ekonomi, sistem pengumpulan, hingga tata kelola kelembagaan. Menurutnya, bank sampah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mengumpulkan dan menjual sampah.
“Bank sampah bukan sekadar loket jual-beli sampah, nilai dapat muncul ketika kebiasaan masyarakat, pengelolaan data, kualitas material, dan jejaring pemasaran bekerja secara terpadu,” ujar Chaereyranba Sholeh.
Chaereyranba Sholeh menjelaskan, pengelolaan sampah perlu dimulai dari pemilahan sejak dari rumah. Sampah yang telah dipilah akan lebih mudah dikelola karena kondisinya lebih bersih, terukur dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Chaereyranba Sholeh menyebutkan, alur pengelolaan bank sampah perlu dilakukan secara sistematis, mulai dari pemilahan sampah di rumah, penyetoran sesuai jadwal, pemeriksaan kualitas, penimbangan dan pencatatan, penyimpanan berdasarkan jenis hingga penyaluran kepada mitra. Dalam proses tersebut, masyarakat juga perlu memperhatikan prinsip bersih, kering dan terpilah.

Penguatan nilai ekonomi juga menjadi bagian dalam pengelolaan Bank Sampah Berlian Bumi Air Raja. Material yang telah dipilah dapat memiliki nilai lebih melalui pengumpulan dalam jumlah tertentu, pengolahan awal, penjualan kepada mitra maupun pemanfaatan menjadi produk.
“Jadi, pengelolaan bank sampah juga perlu dilakukan secara terukur,” ucapnya.
Menurutnya, penguatan kelembagaan juga penting agar keberlangsungan bank sampah tidak hanya bergantung pada individu atau beberapa orang pengurus. Sehingga, diperlukan struktur organisasi, pembagian tugas, prosedur operasional, pencatatan keuangan serta sumber daya manusia yang mampu menjalankan setiap fungsi secara berkelanjutan.
Digitalisasi menjadi salah satu materi yang diperkenalkan dalam penguatan pengelolaan bank sampah. Penggunaan perangkat sederhana seperti WhatsApp, Google Form, spreadsheet dan dashboard dapat dimanfaatkan untuk mencatat data nasabah, jenis dan berat sampah, harga, transaksi, saldo hingga stok material.
“Digitalisasi tidak harus rumit, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan benar-benar digunakan dalam proses pengambilan keputusan,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan bank sampah juga membutuhkan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah, RT dan RW, komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, CSR, mitra pembeli hingga UMKM dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....