IPARI Tanjungpinang Evaluasi Kinerja dan Perluas Jangkauan Pembinaan
- 30 Sep 2026 22:11 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tanjungpinang menggelar rapat bulanan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang,. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi penyuluh agama dalam menjalankan pembinaan masyarakat.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Tanjungpinang, Ali Busro, mengapresiasi pelaksanaan tugas penyuluh agama yang secara umum dinilai berjalan lancar dan baik. Ia meminta para penyuluh terus menjaga semangat dan kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas pembinaan di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, secara umum kegiatan penyuluhan berjalan lancar dan baik. Untuk itu, mari terus tingkatkan semangat dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” kata Ali Busro, Rabu, 30 September 2026.
Ali juga menyoroti masih adanya penyuluh yang memiliki jumlah kelompok binaan relatif sedikit sehingga jangkauan pembinaan perlu diperluas. Ia secara khusus meminta perhatian terhadap pembinaan keagamaan di wilayah Kampung Nusantara dan Dompak.
“Nota dinas yang sudah dibuat agar dapat dilaksanakan dengan baik. Ini penting agar pembinaan keagamaan di wilayah tersebut dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Selain pembinaan di masyarakat, Ali menyampaikan rencana kerja sama antara Kemenag Kota Tanjungpinang dan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang melalui Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang bagi penyuluh lintas agama untuk memberikan pembinaan kepada warga binaan sesuai agama masing-masing.
“Dengan adanya kerja sama nantinya, ruang pembinaan keagamaan bisa semakin luas. Penyuluh dari seluruh agama dapat memberikan layanan kepada warga binaan sesuai dengan agama masing-masing,” katanya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tanjungpinang, Fajri Mubarak, mengingatkan IPARI merupakan wadah organisasi profesi penyuluh agama lintas agama. Menurutnya, organisasi tersebut berperan dalam meningkatkan profesionalisme, mengembangkan kapasitas, serta memperkuat koordinasi dan solidaritas antarpenyuluh.
“IPARI bukan hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas, koordinasi dan kinerja para penyuluh agama,” ujar Fajri.
Fajri mengatakan, penyuluh agama memiliki peran sebagai agen perubahan dan pembangunan yang harus mampu memberikan pembinaan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan empat fungsi utama penyuluh, yakni informatif, edukatif, konsultatif, dan advokatif.
Ketua IPARI Kota Tanjungpinang, Sasmarni membahas pelaksanaan program kerja, evaluasi kegiatan, serta koordinasi tugas penyuluh agama di lapangan. Melalui rapat bulanan tersebut, IPARI Kota Tanjungpinang diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas organisasi dan memperluas jangkauan pembinaan keagamaan. Para penyuluh juga didorong meningkatkan kualitas pelayanan agar pembinaan dapat berlangsung secara optimal, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....