DEN Sosialisasikan Kebijakan Energi Nasional di Tanjungpinang
- 30 Sep 2026 16:09 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dewan Energi Nasional (DEN) mensosialisasikan Kebijakan Energi Nasional (KEN) kepada kalangan akademisi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Kegiatan ini membahas arah kebijakan energi nasional, kondisi terkini sektor energi, serta langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi, Rabu, 30 September 2026.
Anggota DEN Pemangku Kepentingan Nasional, Kholid Syeirazi, mengatakan sosialisasi dilakukan setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (PP KEN) Nomor 40 Tahun 2025 menekankan pemanfaatan energi secara lebih berkelanjutan melalui peran peningkatan peran emergi baru dan terbarukan (EBT). Sosialisasi kepada perguruan tinggi dinilai penting agar mahasiswa memahami arah baru pengelolaan energi nasional.
“Kita diminta untuk mensosialisasikan PPKEN yang baru tersebut ke akademia, ke kampus, sehingga bisa dipahami apa paradigma baru pengelolaan energi nasional,” ujar Kholid Syeirazi.
Menurutnya, kebijakan tersebut memuat target, sasaran, serta bauran energi yang diarahkan untuk memperkuat kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan energi nasional. Sosialisasi dilakukan secara bertahap di berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman mengenai roadmap pengelolaan energi nasional.

Kholid menjelaskan, salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan ketahanan energi, termasuk cadangan penyangga dan cadangan operasional energi. Pemerintah terus menjalankan sejumlah program untuk menjaga ketersediaan energi di tengah risiko gangguan pasokan global.
“Ketahanan energi itu nanti misalnya soal cadangan penyangga energi, ada cadangan operasional,” ucapnya.
Kholid menambahkan berdasarkan indeks ketahanan energi, kondisi Indonesia saat ini berada pada angka 7,13 dan tergolong relatif kuat. Menurutnya, salah satu faktor pendukung adalah ketersediaan sumber daya energi domestik, terutama batu bara yang digunakan untuk pembangkit listrik.
”Dari Indeks Ketahanan Energi atau IKE, kita ini baru 7,13 jadi relatif kuat saja,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....