Pemkab Bintan Siapkan Mitigasi Hadapi Puncak Hujan Januari

  • 28 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, menyusul prediksi puncak hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari. Mitigasi dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur terkait untuk mengantisipasi potensi banjir maupun bencana lainnya, Senin, 28 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah, mengatakan hasil rapat koordinasi bersama BMKG menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Koordinasi lintas OPD akan dilakukan sebelum memasuki periode puncak hujan.

“Sebelum Januari tentunya kita harus melakukan kesiapsiagaan dengan urusan semua bencana,” ujar Ramlah.

Menurutnya, selain banjir, potensi kebakaran lahan masih dapat terjadi meskipun saat ini memasuki musim hujan. Beberapa wilayah yang masih memiliki potensi tersebut di antaranya Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya, berdasarkan kondisi dan titik panas yang terpantau.

Ramlah menyebutkan, kondisi hujan yang terjadi sepanjang tahun belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran. Sehingga, pihaknya berharap curah hujan pada bulan-bulan berikutnya dapat berlangsung lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Bintan.

Terkait potensi kekeringan, BPBD Bintan juga telah melakukan langkah antisipasi melalui imbauan kepada masyarakat. Pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran yang disampaikan kepada kecamatan dan desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan.

“Untuk air bersih tentunya kita juga sudah melakukan bantuan di wilayah-wilayah yang terdampak,” ucapnya.

Ramlah menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima saat ini, wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih berada di Kecamatan Bintan Timur dan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya. Sementara wilayah lainnya masih dapat menangani kebutuhan air bersih secara mandiri.

”Tentunya ini kita sudah melakukan koordinasi dengan beberapa camat, saat ini belum mengalami kendala dan masih bisa diatasi oleh masyarakat,” tuturnya.

Kepala DLH Kabupaten Bintan, Niken Wulandari, mengatakan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan bersama stakeholder dan OPD terkait. Masyarakat juga didorong untuk mengelola sampah dengan cara memilah, mendaur ulang, dan tidak melakukan pembakaran.

“Untuk kebakaran sendiri pastinya kita sudah mengedukasi terus-terusan kepada masyarakat untuk melarang pembukaan lahan secara dibakar atau membakar sampah yang mengakibatkan kebakaran lahan,” ujar Niken Wulandari.

Ia menambahkan, penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan dengan membersihkan atau mengangkut sampah yang sudah ada. Perubahan pola dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dinilai penting untuk mencegah dampak lingkungan, termasuk kebakaran akibat pembakaran sampah.

”Peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat ini yang penting,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....