Disnaker Kepri Dorong Pemerintah Daerah Perioritaskan Tenaga Kerja Temapatan
- 22 Sep 2026 13:07 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tingginya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepuluan Riau (Kepri) berbanding terbalik dengan angka pengangguran yang cukup tinggi. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri mengajak kepala daerah di Kepri untuk membuat aturan dalam perekrutan tenaga kerja dengan memprioritaskan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, Diky Wijaya, mengatakan berdasarkan data BPS jumlah pengangguran Kepri pada bulan Februari 2026 sebesar 6,8 persen. Artinya dari jumlah Angkatan kerja sebanyak 1 juta 100 orang, 75 ribu orang merupakan pengangguran.
“Namun, pada bulan Agustus 2026 angka pengangguran di Kepri mengalami penurunan, sekarang sudah di angka 6,2 persen,” ujar Diky Wijaya, Senin, 21 September 2026.
Dijelaskannya pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini cukup tinggi, namun berbanding terbalik dengan angka pengangguran. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menarik minat pencari kerja dari luar untuk mencari kerja di Kepri.
Banyak industri di Kepri, namun skil tenaga kerja tempatan tidak memenuhi permintaan tenaga kerja oleh industri di Kepri. Mau tidak mau industri di Kepri lebih banyak menerima tenaga kerja dari luar daerah yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya telah berkoordinasi dan meminta pemerintah Kabupaten/Kota di Kepri untuk dapat membuat peraturan daerah. Meminta pelaku usaha untuk memprioritaskan tenaga kerja tempatan.
“Untuk di Batam dan Bintan, komitmennya dengan menyerap 25 persen masyarakat lokal agar dapat bekerja di setiap industri di sana,” tuturnya.
Kemudian pemerintah provinsi bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta maupun Balai Latihan Kerja untuk memberikan keterampilan bagi masyarakat. Diharapkan pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan peluang kerja mereka di dunia kerja.
“Kita berikan pelatihan menjahit, welding, barista dan lainnya. Alhamdulillah mereka semua sudah terserap di pasar kerja, dan memang itu yang dibutuhkan oleh pasar kerja,” katanya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....