Karhutla Sungai Besar Dekati Permukiman dan Sekolah

  • 17 Sep 2026 13:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun I, Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, kembali ditangani tim gabungan setelah api terpantau di sekitar permukiman warga dan kawasan sekolah. Petugas harus menangani dua titik secara bersamaan untuk mencegah api meluas ke area yang berisiko terdampak.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan diarahkan untuk memutus penyebaran api sekaligus mengamankan kawasan di sekitar rumah warga. Penanganan juga difokuskan pada titik api yang berada di sekitar fasilitas pendidikan agar tidak meluas ke area sekolah.

Kasatpol PP dan Damkar Lingga Dody Suhendra mengatakan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 28 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 26 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Namun sejumlah titik masih menyisakan kepulan asap dan bara api," kata Dody, Kamis, 17 September 2026.

Kondisi lahan yang didominasi gambut dan rawa kering menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Sejumlah pohon besar yang telah lapuk serta kondisi bawah permukaan membuat api dan bara berpotensi bertahan.

"Sehingga membutuhkan penanganan dan pemantauan berulang," ujarnya.

Keterbatasan sumber air di lokasi juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas.

"Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan peralatan yang tersedia," tuturnya.

Personel yang dikerahkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Damkar dan Satpol PP, Polsek Daik, BPBD, TNI AL, Koramil 05 Daik Lingga, YonTp 849/Beladau Sakti, Brimob Polda Kepri hingga masyarakat.

Pemadaman didukung satu mesin robin BPBD dan satu mesin robin Damkar. Petugas juga menggunakan empat gulung selang berukuran 1½ inci milik Damkar, empat gulung selang 1½ inci BPBD serta satu nozzle berukuran 1½ inci.

Sejumlah kendaraan operasional turut digunakan untuk mendukung mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi. Sinergi lintas sektor tersebut diperlukan karena medan kebakaran cukup sulit dan titik api berada di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....