Karhutla Jadi Bahasan Fesmed Selat Malaka 2026

  • 16 Sep 2026 15:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 di Batam dan Tanjungpinang, 19 hingga 21 September 2026. Pembahasan karhutla dikemas dalam diskusi publik bertajuk “Tercekik Kabut Asap di Indonesia: Masyarakat Adat Disalahkan, Korporasi Melenggang Bebas, Komitmen Antarnegara Dipertanyakan” yang digelar di Politeknik Negeri Batam, Minggu, 20 September 2026.

Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026, Adam Zulfikar, mengatakan diskusi tersebut membahas persoalan karhutla dan tata kelola lahan. Pembahasan juga mencakup aktivitas korporasi, kebijakan pemerintah, serta dampak kabut asap lintas negara.

“Forum ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Media Selat Malaka 2026,” ujar Adam, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Adam, perhatian juga diberikan terhadap pemberitaan yang kerap mengaitkan karhutla dengan praktik pembukaan lahan oleh masyarakat adat dan petani tradisional. Karena itu, jurnalis didorong melakukan peliputan berdasarkan data dan fakta di lapangan.

“Jangan langsung menyalahkan masyarakat adat ketika bukti, data, dan fakta karhutla justru mengarah pada persoalan tata kelola kawasan hutan dan lahan,” katanya.

Fesmed Selat Malaka 2026 merupakan kolaborasi AJI Batam dan AJI Tanjungpinang. Kegiatan ini juga menjadi ajang pertemuan jurnalis dan masyarakat sipil untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan media, lingkungan dan demokrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....