Jarak Pandang Turun, Penerbangan dan Pelayaran Terpengaruh
- 14 Sep 2026 21:49 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Jarak pandang di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan mengalami penurunan seiring masuknya kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang masih dapat berlangsung berdasarkan kondisi jarak pandang yang terpantau, Senin, 14 September 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan jarak pandang terakhir yang tercatat berada di kisaran 3.900 meter. Kondisi tersebut masih memungkinkan pesawat beroperasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah.
“Terakhir saat ini yang kami catat itu di posisi 3.900 meter untuk jarak pandang. Ketika 3.900 meter itu masih bisa pesawat landing di kita,” ujar Ahmad Kosasih.
Kosasih menjelaskan, jarak pandang sebelumnya sempat berada di kisaran 4.900 meter pada sekitar tengah hari, namun kemudian kembali menurun. Kondisi jarak pandang tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi penerbangan dengan karakteristik operasional tertentu.
“Untuk pesawat yang relatif kecil, seperti pesawat Susi Air, biasanya otoritas AirNav akan merekomendasikan pengalihan pendaratan apabila jarak pandang berada di bawah 5.000 meter,” ucapnya.
Kondisi serupa juga terpantau di Bandara Tambelan. Berdasarkan pemantauan BMKG dan koordinasi dengan AirNav yang bertugas di wilayah tersebut, jarak pandang di Tambelan sempat menurun hingga sekitar 1.000 meter pada pagi hari.
Kosasih mengatakan, pesawat Susi Air sebelumnya masih dapat melakukan pendaratan di Tambelan ketika kondisi jarak pandang memungkinkan. Namun, setelah jarak pandang semakin memburuk, kondisi penerbangan perlu menyesuaikan dengan perkembangan cuaca dan keputusan otoritas terkait.
Kosasih menyebutkan, untuk pelayaran kondisi pada siang hari relatif masih memungkinkan karena jarak pandang cenderung lebih baik dibandingkan malam hingga pagi hari. Sebaliknya, konsentrasi asap dapat meningkat ketika terjadi fenomena inversi yang membuat asap tertahan di dekat permukaan.
“Ada posisi inversi, sehingga asap tidak bisa naik ke atmosfer dan tertahan di permukaan,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....