Kabut Asap Kepri Dipengaruhi Kebakaran Hutan Kalimantan

  • 14 Sep 2026 21:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kabut asap yang menyelimuti Kota Tanjungpinang dan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari terakhir diduga merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Kondisi tersebut diperkuat dengan arah angin dari wilayah selatan hingga tenggara yang membawa asap menuju Kepri, Senin, 14 September 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan jumlah titik panas di Pulau Bintan relatif sedikit. Berdasarkan pemantauan terakhir, hanya terdapat sekitar satu titik panas di wilayah tersebut.

“Masalah asap yang masuk ke Kota Tanjungpinang maupun Bintan, itu bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang berada di Pulau Bintan itu sendiri,” ujar Ahmad Kosasih.

Menurutnya, sumber asap yang masuk ke wilayah Kepri lebih banyak berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan. Asap kemudian terdorong angin dari arah selatan hingga tenggara dan menyebar ke sejumlah wilayah di Kepri.

“Angin saat ini yang memasuki wilayah kita dari selatan tenggara sampai dengan selatan,” ucapnya.

Kosasih menjelaskan, dampak kabut asap tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat di Tanjungpinang dan Bintan. Sejumlah wilayah lain seperti Lingga, Karimun, Batam, Tambelan, Anambas hingga Natuna juga berpotensi terdampak sebaran asap.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara yang menjadi rujukan BMKG, kondisi udara di wilayah Kepri berada dalam kategori kurang sehat. Pemantauan tersebut menggunakan data alat pemantau kualitas udara yang berada di Batam.

“Artinya sudah dalam posisi melewati ambang batas yang ditentukan dan masuk kategori kurang sehat,” tuturnya.

Ia mengimbau, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap. Kelompok rentan, terutama anak-anak, juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih kurang sehat.

“Kalau kondisi saat ini memang dianjurkan ketika beraktivitas di luar sebaiknya menggunakan maske,” katanya.

Warga Perumahan Kijang Kencana 3, Agung, mengatakan kabut asap telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain mengurangi jarak pandang saat berkendara, asap juga membuatnya harus menggunakan masker ketika bepergian menggunakan sepeda motor.

“Saya pakai motor, jadi harus pakai masker karena selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu pernapasan,” ujar Agung.

Agung berharap, pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Salah satunya dengan menyediakan masker bagi warga serta mempertimbangkan langkah lain yang dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di udara.

“Harapan kami pemerintah dapat membantu masyarakat, misalnya pemberian masker,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....