Kepri Kejar Target Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Turun Tangan Pasok EKG Portabel

  • 11 Sep 2026 16:16 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat sinergi untuk mempercepat pelaksanaan Program Prioritas Nasional, khususnya pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini diambil untuk mengatasi rendahnya capaian CKG serta mengejar berbagai target krusial sektor kesehatan di wilayah kepulauan tersebut.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan tantangan kondisi geografis wilayah Kepri tidak boleh dijadikan alasan atas belum maksimalnya capaian CKG di tingkat kabupaten/kota.

"Capaian pemeriksaan kesehatan gratis kita masih rendah. Saya tidak mau beralasan klasik soal geografis, tapi bagaimana komitmen bersama menyukseskan itu," kata Ansar Ahmad, Jumat, 11 September 2026.

Ansar menambahkan, keterbatasan alat medis seperti EKG Portabel yang selama ini menjadi kendala kini mulai teratasi. Kemenkes berkomitmen memberikan dukungan langsung guna memperluas jangkauan deteksi dini penyakit di lapangan.

"Dulu persoalan kita belum memiliki alat EKG Portabel yang cukup, tadi Pak Wamen mau bantu 10 alat EKG," ujarnya.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menjelaskan akselerasi program kesehatan ini merupakan bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui delapan program hasil terbaik cepat. "Program-program prioritas ini dirumuskan berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan," ujar Benjamin.

Wamenkes memaparkan sejumlah data krusial yang menjadi tantangan nasional. Kasus TBC di Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di dunia atau peringkat pertama jika dihitung per 100.000 penduduk. Salah satunya, keterbatasan layanan kesehatan masih terjadi, ditandai dengan masih adanya kabupaten yang belum memiliki rumah sakit.

“Keterbatasan layanan kesehatan masih terjadi, karena masih ada kabupaten belum memiliki rumah sakit,” ujarnya.

Wamenkes menyebutkan, Prevalensi Stunting 1 dari 5 anak Indonesia masih mengalami stunting (rata-rata nasional 19,8%). Meski Batam dan Bali berhasil menekan angka di bawah 10%, wilayah lain masih ada yang menyentuh 27% hingga 34%.

Lebih dari 90% masyarakat Indonesia belum menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....