Perjalanan 33 Tahun Syahrur Razi Mengabdi di RRI
- 10 Sep 2026 12:34 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tiga puluh tiga tahun menjadi bagian dari RRI (Radio Republik Indonesia) membawa Syahrur Razi melewati beragam pengalaman dalam dunia penyiaran. Kisah pengabdiannya di RRI disampaikan dalam Obrolan Khusus Hari Radio ke-81 di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang, Kamis, 10 September 2026.
Syahrur mengawali perjalanan di RRI pada 1992 setelah sebelumnya mengajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di sebuah madrasah swasta. Ia kemudian mengikuti seleksi penyiar di RRI dan dinyatakan lulus setelah menjalani tes membaca naskah berita.
“Bagi saya, pengalaman adalah guru yang paling baik,” ujar Syahrur Razi.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika ia sempat bertugas di Sumatera Utara saat gempa melanda Sibolga. Gedung RRI Sibolga saat itu dipenuhi pengungsi, sementara sambungan telepon berdatangan dari masyarakat yang mencari kabar tentang keluarga mereka.
Pengalaman di RRI Sibolga tersebut membuat Syahrur melihat langsung peran RRI dalam memberikan informasi, sekaligus menjadi penghubung bagi masyarakat di tengah situasi sulit. Kenangan itu menjadi salah satu bagian yang paling berkesan selama 33 tahun perjalanan pengabdiannya.

Setelah pensiun pada 2024, Syahrur tetap menyimak siaran dan mengikuti perkembangan RRI Tanjungpinang. Ia juga masih menjalani berbagai aktivitas di tengah masyarakat, dan menjaga kedekatannya dengan dunia yang telah lama menjadi bagian dari kehidupannya.
“Walaupun sudah pensiun lebih dari 2 tahun tapi saya tetap mendengarkan RRI, masih ikut rekaman acara Telatah Ramadan di RRI Tanjungpinang dan berperan sebagai Husen," ucapnya.
Di Hari Radio ke-81, Syahrur berharap RRI terus menjaga semangat berkarya, memperkuat rasa kekeluargaan, dan mempertahankan kedekatan dengan masyarakat. Ia meyakini kebersamaan yang terpelihara akan menjadi kekuatan bagi RRI untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....