Nostalgia Nunung War’in, Suara Lama yang Kembali Menyapa Pendengar RRI

  • 07 Sep 2026 15:58 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Suara boleh lama tak terdengar di udara, tetapi kenangan yang ditinggalkan radio tidak pernah benar-benar hilang. Hal itu terasa ketika mantan penyiar RRI Tanjungpinang, Nunung War’in, kembali memegang mikrofon siaran dan menyapa pendengar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI Tahun 2026.

“Saya sangat terharu sampai mau menangis. Sangat tersentuh sekali karena kerinduan saya selama ini dengan mikrofon dan tentunya dengan pendengar RRI hari ini terobati,” ujar Nunung, dalam program Obrolan Khusus HUT RRI, Senin, 7 September 2026.

Nunung memulai perjalanan kariernya di RRI Tanjungpinang pada Oktober 1986. Ia langsung dipercaya menjadi penyiar dan selama sekitar 20 tahun mengabdikan diri di dunia penyiaran hingga 2006.

Selama menjadi penyiar, Nunung tidak hanya membacakan informasi. Ia juga membuat berbagai naskah siaran, termasuk siaran pedesaan dan drama radio. Salah satu program yang paling membekas dalam ingatannya adalah Album Kenangan, yang mengangkat kisah-kisah pribadi para pendengar.

“Kalau ceritanya sedih, kadang-kadang baca naskah sampai nangis. Kalau lucu ya ketawa-ketawa. Banyak sekali kenangan-kenangan indah yang tak terlupakan selama 20 tahun bertugas di RRI Tanjungpinang,” katanya.

Kedekatan antara penyiar dan pendengar menjadi salah satu kenangan yang paling membekas dalam perjalanan Nunung. Meski hanya berkomunikasi melalui suara dan tidak selalu saling bertatap muka, hubungan itu terasa begitu dekat.

Nunung mengenang, pendengar dari berbagai pulau bahkan kerap datang langsung ke RRI untuk bertemu dengan penyiar yang selama ini hanya mereka kenal melalui suara. Tidak jarang mereka membawa buah tangan khas daerah, seperti kerupuk, ikan bilis dan belacan.

“Begitu dekatnya walaupun tidak saling bertatap wajah, hanya mengenal suara. Mereka datang karena penasaran ingin kenal. Banyak yang membawa oleh-oleh untuk penyiar dan operator. Mereka begitu baik sekali dengan kita,” ucapnya.

Kenangan itu kembali hidup ketika sejumlah pendengar menghubungi Nunung melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Mereka mengenang program-program lama RRI, termasuk Album Kenangan yang dahulu menjadi teman malam bagi pendengar.

Salah seorang pendengar, Rasmini, mengaku telah menjadi pendengar RRI Tanjungpinang sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia masih mengingat sejumlah program yang menemani masa sekolahnya, termasuk Album Kenangan yang diasuh Nunung.

Menurut Rasmini, suara para penyiar RRI pada masa itu memiliki karakter yang kuat sehingga mudah dikenali. Mendengar kembali suara Nunung membuat kenangan lama seolah hadir kembali.

Setelah dua dekade mengabdi di RRI, Nunung kemudian memilih melanjutkan perjalanan kariernya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Keputusan itu diambil setelah terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau dan pemerintahan provinsi mulai menjalankan aktivitasnya di Tanjungpinang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....