Kerangka Kapal MT Silver Sincere di Perairan Bintan Akan Diangkat

  • 31 Agt 2026 15:18 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Kerangka kapal MT Silver Sincere berbendera Malaysia yang tenggelam di Perairan Bintan pada 12 Januari 2025 akan segera diangkat. Proses pengangkatan kerangka kapal tersebut rencananya dilakukan dengan cara memotong bagian kapal di bawah laut.

Pekerjaan ini diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan, M Insan Amin, mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi yang digelar Kantor UPP Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, untuk membahas rencana salvage dan percepatan penanganan kerangka kapal tersebut.

“Yang diundang tidak hanya Dishub Bintan. Ada Dishub Provinsi, Imigrasi, Bea Cukai, HNSI dan instansi lainnya. Ini langkah bagus karena masing-masing instansi dimintai pendapat,” kata Insan, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam rapat tersebut diketahui posisi kerangka kapal telah bergeser beberapa mil dari titik awal tenggelam. Kerangka kapal kini berada sekitar 500 meter dari jaringan pipa dan kabel bawah laut sehingga perlu segera ditangani untuk mencegah risiko terhadap infrastruktur vital.

Insan menjelaskan, proses pengangkatan akan diawali dengan pemotongan kerangka kapal di bawah laut. Kerangka kapal diperkirakan akan dipotong menjadi sedikitnya 10 bagian dan kemungkinan dapat mencapai 20 bagian.

“Kerangka kapal akan dipotong minimal menjadi 10 bagian atau mungkin bisa jadi 20 bagian,” ujarnya.

Insan berharap proses salvage tersebut turut memberikan manfaat bagi masyarakat Bintan, khususnya dari sisi ekonomi. Ia mendorong agar masyarakat lokal dapat dilibatkan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Saya berharap kegiatan ini melibatkan masyarakat Bintan agar ada aktivitas ekonomi di Bintan,” katanya.

Selain aspek ekonomi, Insan juga mengingatkan pentingnya memperhatikan dampak lingkungan selama proses pengangkatan kerangka kapal. Ia meminta proses salvage tidak menimbulkan pencemaran minyak yang dapat merugikan nelayan dan masyarakat pesisir.

“Jangan sampai upaya ini menimbulkan dampak negatif pada nelayan seperti pencemaran lingkungan. Kita hampir setiap tahun terkena dampak tumpahan minyak yang mengotori pesisir pantai, termasuk kawasan Lagoi dan lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, MT Silver Sincere tenggelam di Perairan Bintan dan seluruh awak kapal berhasil dievakuasi. Operasi evakuasi saat itu melibatkan MV Intan Daya 368, KN Sarotama, dan unsur Bakamla. Dari delapan awak kapal yang dievakuasi, tujuh di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI), sedangkan satu lainnya merupakan warga negara Myanmar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....