SMA Negeri 1 Mantang Andalkan Transportasi Laut, Cuaca Jadi Pertimbangan
- 28 Agt 2026 13:46 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – SMA Negeri 1 Mantang memiliki peserta didik yang berasal dari sejumlah pulau di luar wilayah pusat Kecamatan Mantang. Kondisi geografis kepulauan tersebut membuat sebagian siswa harus menggunakan transportasi laut untuk menuju sekolah maupun kembali ke daerah asal.
Kepala SMA Negeri 1 Mantang, Iwan Muttaqin, mengatakan penggunaan transportasi laut seperti contoh siswa dari Pulau Dendun, Selat Sirai maupun dari Pelabuhan Sei nam dikoordinasikan oleh pihak sekolah dengan dukungan pembiayaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Siswa dijemput di pelabuhan untuk menuju sekolah dan kembali diantar ke pelabuhan setelah kegiatan pembelajaran selesai.
“Transportasi siswa kita koordinasikan melalui sekolah dengan pembiayaan dari Dinas Pendidikan, sehingga mereka dijemput dari pelabuhan sampai ke sekolah dan diantar kembali saat pulang,” ujar Iwan Mutaqin, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan proses pembelajaran dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB apabila kondisi cuaca memungkinkan. Namun, sebagai wilayah kepulauan, kondisi angin dan gelombang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mobilitas siswa dan tenaga pendidik.
“Kalau cuacanya bagus dan gelombang tenang, proses pembelajaran berjalan seperti biasa sesuai agenda yang telah ditentukan,” katanya.
Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk perjalanan laut, sekolah akan berkoordinasi dengan wali kelas untuk memastikan siswa tetap mendapatkan materi pembelajaran. Penugasan diberikan melalui grup WhatsApp wali kelas sehingga proses belajar dapat tetap berlangsung meskipun siswa tidak dapat hadir secara langsung.
“Kalau cuaca tidak mendukung, kami berkoordinasi dengan wali kelas dan tugas pembelajaran disampaikan melalui grup WhatsApp,” tuturnya.
Iwan menegaskan keputusan perjalanan laut juga mempertimbangkan kondisi yang dinilai aman oleh tekong atau pengemudi kapal. Menurutnya, keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas sehingga perjalanan tidak dipaksakan ketika kondisi angin dan gelombang berisiko.
“Kalau tekong mengatakan tidak bisa bergerak karena cuaca, kami tidak bisa memaksakan perjalanan karena yang paling utama adalah keselamatan,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....