Karhutla di Bintan Capai 67 Kejadian, Bintan Timur Terbanyak
- 27 Agt 2026 18:17 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mencatat 67 kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla sejak Juli hingga menjelang September 2026. Dari hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 50 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah mengatakan, karhutla tersebar di Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang, Bintan Utara, Bintan Timur dan Kuantan. Bintan Timur menjadi wilayah yang paling banyak terjadi karhutla.
“Jumlah totalnya saat ini sekitar 67 kejadian. Ini tersebar di Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang, kemudian Bintan Utara dan Bintan Timur, serta Kecamatan Toapaya,” ujar Ramlah, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ramlah menyebut, penanganan karhutla dilakukan secara bersama dengan melibatkan TNI dan Polri serta pihak terkait lainnya. Sementara luas lahan yang terdampak berdasarkan pendataan sementara mencapai sekitar 50 hektare.
“Hasil dari pendataan saat ini sekitar 50 hektare. Penanganannya lebih cepat karena semuanya sudah bergerak, termasuk TNI-Polri untuk penanganan kebencanaan,” katanya.
Untuk mencegah kejadian serupa, BPBD Bintan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kering.Ramlah mengatakan, faktor kelalaian manusia diduga turut memicu terjadinya karhutla, selain kondisi alam yang kering dan panas.
“Kelalaian manusia tentunya ada. Kondisi yang cukup luar biasa hari ini, kering dan panas, mengakibatkan akibat dari kelalaian manusia yang membakar atau membuka lahan dengan cara membakar menjadi lebih parah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah kasus pembukaan lahan dengan cara membakar telah diproses oleh pihak kepolisian. BPBD Bintan mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memperluas titik api dan meningkatkan risiko kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....