TBM Kepri Dorong Penguatan Literasi Digital Masyarakat
- 21 Agt 2026 07:35 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kepulauan Riau, Harken, mendorong penguatan edukasi literasi digital di tengah semakin luasnya penggunaan internet di masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses teknologi harus diiringi pemahaman mengenai etika, manfaat, dan berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital.
Harken mengatakan ancaman judi online hingga pinjaman online ilegal dapat muncul di tengah kemudahan masyarakat mengakses internet. Karena itu, edukasi mengenai penggunaan teknologi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh lingkungan keluarga sebagai kelompok masyarakat paling dekat.
"Ini yang harus kita berikan pemahaman kepada masyarakat kita, kepada siapapun dengan ruang-ruang yang ada diskusi di tengah masyarakat," kata Harken, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dirinya menjelaskan, TBM tidak hanya memiliki peran dalam meningkatkan budaya membaca secara konvensional, tetapi masyarakat juga perlu beradaptasi dengan perkembangan ruang digital. Masyarakat harus dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara produktif sekaligus mengenali konten yang berpotensi merugikan.
"Kita bukan hanya melawan judi online, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui literasi, karena hari ini kita bukan hanya membaca pada literasi saja, tetapi masuk dalam ruang-ruang digital," ucapnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas internet gratis di berbagai ruang publik semakin memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan berkomunikasi secara digital. Kondisi ini perlu diikuti dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dampak dari aktivitasnya di internet.
Ia menilai komunikasi masyarakat saat ini telah mengalami perubahan dari interaksi tatap muka menuju ruang digital. Perubahan tersebut membuat pemahaman mengenai etika berkomunikasi dan keamanan dalam menggunakan internet menjadi semakin penting.
"Melakukan komunikasi di ruang-ruang digital ini haruslah memahami etika, memahami manfaatnya, dan memahami bahaya yang mengancam," ujarnya.
Harken berharap edukasi literasi digital dapat dilakukan secara konsisten melalui berbagai forum masyarakat dan tidak terbatas pada kegiatan formal. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana yang produktif sekaligus terhindar dari ancaman seperti judi online dan pinjaman online ilegal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....