Karang Taruna Kepri Dorong Pemerataan Akses Energi Bagi Masyarakat
- 17 Agt 2026 20:00 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Karang Taruna Kepulauan Riau (Kepri) terus memperluas kontribusi sosial melalui program bantuan listrik dan energi bersih bagi masyarakat yang belum menikmati akses kelistrikan yang layak. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan mitra strategis di daerah.
Wakil Ketua Bidang ESDM Karang Taruna Kepri, Nopiyardi, mengatakan pihaknya turut mendukung program Kepri Terang melalui bantuan pemasangan listrik baru bagi keluarga kurang mampu. Bantuan itu mencakup pemasangan instalasi listrik hingga pengurusan meteran listrik.
“Kami membantu masyarakat yang belum memiliki meteran listrik atau masih menyalur listrik dari rumah tetangga,” kata Nopiyardi, Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain bantuan sambungan listrik, Karang Taruna juga telah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN. Program tersebut telah dilaksanakan di Kelurahan Karas, Pulau Mubut Laut, serta Desa Kelombo di Kabupaten Lingga.
Ia menjelaskan pembangunan PLTS dilakukan melalui kolaborasi dengan PLN Batam, dosen, dan mahasiswa Politeknik. Menurutnya, keterlibatan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan.
“Kami berkolaborasi berbagai pihak agar program ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa,” ucapnya.
Nopiyardi mencontohkan dampak program tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat setelah fasilitas listrik tersedia. Masjid yang sebelumnya minim penerangan kini dapat digunakan dengan lebih baik, termasuk untuk kebutuhan air dan penerangan.
“Aliran listrik saat ini dapat digunakan menyalakan Lampu masjid, pompa air untuk wuduk dapat berfungsi, dan masyarakat dapat memanfaat langsung,” katanya.
Ke depan, Karang Taruna Kepri berkomitmen terus mendukung peningkatan akses energi bagi warga yang membutuhkan, termasuk di wilayah Tanjungpinang. Ia menegaskan organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dan memang membutuhkan, kami akan berupaya mencari solusi melalui kolaborasi dan swadaya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....