Raja Ali Haji Berperan Besar dalam Lahirnya Bahasa Indonesia

  • 13 Agt 2026 17:43 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Raja Ali Haji dinilai memiliki kontribusi besar dalam perkembangan bahasa Melayu yang kemudian menjadi dasar lahirnya bahasa Indonesia. Peran tokoh asal Kepulauan Riau (Kepri) tersebut dianggap sangat penting dalam proses pembentukan bahasa persatuan Indonesia.

Koordinator Program Studi Sejarah Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Robby Patria, mengatakan bahasa Melayu dipilih sebagai dasar bahasa Indonesia karena mudah dipahami oleh berbagai suku di Nusantara. Selain itu, bahasa Melayu telah lama digunakan sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi di kawasan Asia Tenggara.

"Bahasa Melayu dipilih karena mudah dipahami oleh berbagai suku di Indonesia dan telah menjadi bahasa komunikasi yang luas di kawasan Asia Tenggara," ujar Robby Patria, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan dalam Sumpah Pemuda 1928, para tokoh pergerakan membutuhkan bahasa yang mampu menyatukan masyarakat dari ratusan kelompok suku dan bahasa daerah. Bahasa Melayu dianggap paling tepat karena mudah dipahami sebagai bahasa penghubung.

"Untuk menyatukan berbagai suku bangsa Indonesia, diperlukan bahasa persatuan yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Perkembangan bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari penyempurnaan bahasa Melayu yang dilakukan Raja Ali Haji. Tokoh tersebut dinilai berjasa dalam membakukan tata bahasa Melayu yang kemudian menjadi landasan penting bagi bahasa Indonesia modern.

"Raja Ali Haji sebagai pahlawan bahasa nasional memiliki peran besar dalam penyempurnaan bahasa Melayu yang kemudian menjadi dasar bahasa Indonesia," tuturnya.

Menurutnya, bahasa Indonesia saat ini memang telah berkembang melalui penyerapan berbagai kosakata dari bahasa Arab, belanda, Portugis, dan bahasa lainnya. Namun, akar utama bahasa Indonesia tetap berasal dari bahasa Melayu yang berkembang di kawasan Kepulauan Riau dan sekitarnya.

"Bahasa Indonesia berkembang dengan banyak unsur serapan, tetapi fondasinya tetap berasal dari bahasa Melayu," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....