Sebanyak 305 PNS Pemko Tanjungpinang Terima Satyalancana Karya Satya

  • 12 Agt 2026 07:12 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Sebanyak 305 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan masa kerja para PNS dalam menjalankan tugas pemerintahan, Selasa, 11 Agustus 2026.

Penganugerahan Satyalancana Karya Satya berlangsung di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. Penghargaan tersebut diserahkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan keberhasilan seorang ASN dalam mengabdi tidak semata-mata diukur dari lamanya bekerja di pemerintahan. Menurutnya, pengabdian lebih bermakna apabila memberikan manfaat dan meninggalkan kebaikan bagi masyarakat.

“Ukurlah dari berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan setelah selesai kita mengabdi,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menjelaskan, Satyalancana Karya Satya bukan sekadar penghargaan atas masa kerja. Namun, menjadi pengingat atas perjalanan panjang, pengorbanan keluarga serta tanggung jawab yang telah dijalankan para ASN selama bertugas.

Ia mengingatkan, agar para ASN tidak menjadikan jabatan dan pangkat sebagai ukuran utama dalam menjalankan pengabdian. Hal ini, karena jabatan dan masa kerja memiliki batas, sementara karya serta kebaikan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus dikenang.

“Jabatan akan berakhir, pangkat akan berhenti, masa kerja akan selesai, tapi kebaikan dan karya yang kita tinggalkan akan terus dikenang,” ucapnya.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital pemerintahan, Lis berpesan agar ASN tetap mempertahankan nilai-nilai dasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), harus tetap diimbangi dengan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, integritas dan kepedulian.

“ASN boleh menggunakan AI, pelayanan boleh semakin digital, birokrasi semakin modern, tetapi jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan hati,” tuturnya.

Lis menambahkan, masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan pemerintahan yang cepat dan profesional, tetapi juga aparatur yang ramah serta mampu memahami persoalan warga. Ia menegaskan, tugas pemerintahan pada dasarnya berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Pemerintahan bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang manusia dan kehidupan masyarakat yang harus kita layani,” katanya.

Dari 305 PNS yang menerima Satyalancana Karya Satya, sebanyak 151 orang memperoleh penghargaan masa pengabdian 10 tahun. Lalu, 141 orang untuk masa pengabdian 20 tahun, dan 13 orang untuk masa pengabdian 30 tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....