FKP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri Dorong Penguatan Ekosistem Literasi
- 12 Agt 2026 07:13 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong penguatan ekosistem literasi melalui Forum Konsultasi Publik (FKP). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara penyelenggara layanan dengan masyarakat untuk mendapatkan masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan dan kearsipan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Forum Konsultasi Publik bertema “Penguatan Ekosistem Literasi Menuju Masyarakat Cerdas” tersebut digelar di Ruang Studio Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri. Kegiatan diikuti perwakilan akademisi, lembaga terkait, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), media serta unsur masyarakat lainnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Moh. Bisri, mengatakan forum tersebut penting untuk menyampaikan berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan sekaligus memperoleh masukan dari masyarakat. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah yang tepat dalam meningkatkan minat baca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.
“Kami ingin memberitahukan, apa yang telah kita lakukan dalam pemberian pelayanan bidang perpustakaan dan kearsipan, termasuk inovasi yang sudah kita lakukan,” ujar Moh. Bisri.

Menurutnya, peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, keluarga, sekolah, pelaku usaha hingga komunitas untuk membangun budaya literasi secara berkelanjutan.
Bisri menjelaskan, indikator penilaian IPLM saat ini semakin berkembang. Penilaian tidak hanya melihat ketersediaan sarana dan prasarana serta koleksi buku, tetapi juga mencakup tingkat kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat, termasuk perpustakaan di kabupaten/kota, sekolah, desa dan berbagai lingkungan masyarakat.
“Makanya dikenal transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ucapnya.
Menurutnya, usulan agar kafe menjadi salah satu ruang pengembangan literasi, khususnya bagi generasi muda cukup menarik. Hal ini, karena keberadaan bahan bacaan di tempat yang menjadi ruang berkumpul anak muda dapat menjadi alternatif untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.
“Kita harapkan kafe juga ikut membantu pemerintah dengan menyediakan bacaan-bacaan positif,” tuturnya.

Selain ruang publik, ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi sejak dini. Menurutnya, keluarga perlu menyediakan ruang dan fasilitas membaca agar anak terbiasa menghargai serta memanfaatkan buku sebagai sumber pengetahuan.
Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (PW Forum TBM) Provinsi Kepri, Harken, mengatakan Forum Konsultasi Publik menjadi ruang diskusi yang penting untuk mengevaluasi pelayanan perpustakaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas.
“Ini suatu ruang diskusi yang sangat bagus dan harus dilakukan, karena masukan-masukan dari publik sangat diperlukan sebagai bagian dari evaluasi,” ujar Harken.

Menurutnya, anggapan generasi muda saat ini memiliki minat baca yang rendah perlu dilihat kembali. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah ruang dan bentuk membaca, dari buku fisik menjadi konten digital.
“Kita tidak kurang minat baca, dulu membaca buku fisik, sekarang mereka membaca secara digital,” ucapnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat khususnya orang tua dan orang dewasa, untuk tidak menyalahkan perkembangan teknologi. Sebaliknya, teknologi perlu diarahkan agar dimanfaatkan generasi muda untuk kegiatan yang positif, termasuk pendidikan, pengembangan karier dan peningkatan kualitas kesehatan.
“Jangan salahkan teknologi, tetapi manfaatkan perkembangan teknologi untuk pendidikan, untuk mengembangkan karier,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....